Pertamina Jajaki Kerja Sama Riset dengan UAD Bidang Bioenergi dan Biokimia

PT Pertamina sebagai BUMN nasional telah mendapatkan amanah pemerintah untuk mempercepat hilirisasi produk-produk riset anak bangsa yang inovatif untuk kemajuan teknologi dalam negeri, khususnya bidang bioenergi. Selain itu, riset yang memiliki potensi besar untuk menjadi produk strategis masa depan bangsa, seperti produk biokimia untuk produk bahan baku strategis bidang farmasi, juga berpotensi untuk mendapatkan bimbingan dan dukungan dari PT Pertamina.

Berdasar hal tersebut PT Pertamina yang diwakili oleh tim Research and Innovation Technology, melakukan penjajakan kerja sama riset dengan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kamis, 23 Desember 2021.

Tim dari PT Pertamina dipimpin oleh Andianto Hidayat, VP Research and Innovation Technology PT Pertamina Pusat. Sementara tim riset UAD dipimpin oleh Dr.-Ing. Suhendra, dosen Program Studi Teknik Kimia UAD yang melakukan penelitian pemanfaatan mikroalga kelautan (marine microalgae).

Species microalgae yang menarik perhatian PT Pertamina adalah Aurantiochytrium sp. yang banyak ditemukan di wilayah hutan bakau. Mikroalga ini dapat menghasilkan lipid (red:lemak) yang tinggi. Karena produktivitas lipidnya tinggi bisa mencapai hingga 200 gram per liter dalam 4 hari panen, mikroalga ini berpotensi dijadikan sumber bahan baku biofuel masa depan oleh PT Pertamina. Selain itu, karena kandungan omega-3 dan squalene juga tinggi, maka mikroalga ini juga sangat berpotensi untuk dijadikan sumber bahan baku nutrisi, kosmetik, dan farmasi.

Tim yang dipimpin oleh Suhendra sejak beberapa tahun mengkaji potensi mikroalga ini bahkan telah melakukan isolasi (red: pengambilan) dari beberapa hutan bakau Indonesia seperti Raja Ampat dan Sorong di Papua Barat, Kulonprogo di Yogyakarta, Lampung Timur, Bangka Belitung, Lombok dan Teluk Naga di Banten.

Ide Suhendra terinspirasi dari pengalaman kerjanya di Jerman sebagai seorang konsultan untuk beberapa perusahaan internasional. Salah satu proyek Suhendra sekitar 2016 adalah Evonik, yang bekerja sama dengan DSM, perusahaan Belanda, membangun pabrik produksi omega-3 berbahan baku mikroalga Aurantiochytrium.

Awalnya, produk dari Evonik dan DSM berbahan baku mikroalga ini digunakan untuk pakan ikan dan ternak. Selanjutnya, produk disempurnakan untuk produk nutrisi dan kosmetik yang kini banyak dijual di supermarket di Jerman.

Saat ini, dengan mikroalga yang sama dapat pula dihasilkan squalene yang umumnya bersumber dari hati ikan hiu. Squalene adalah bahan baku penting untuk adjuvant vaksin Covid-19.

Biontech/Pfizer dan Evonik bekerja sama menggunakan squalene dari mikroalga ini untuk adjuvant vaksin Covid-19. Banyak ahli dan pakar lingkungan bahkan mengatakan, dengan keberadaan mikroalga ini telah menyelamatkan perburuan sebanyak setengah miliar ikan hiu hanya untuk produksi vaksin Covid-19.

Selain berdiskusi, tim PT Pertamina juga mengunjungi Laboratorium UAD untuk melihat progres riset yang dilakukan oleh tim UAD. Andianto Hidayat mengungkapkan bahwa di masa depan, PT Pertamina akan terus gencar berkolaborasi dengan SDM riset dan universitas dalam negeri demi kemajuan teknologi bangsa di masa depan. (doc)

 

Source by: https://news.uad.ac.id/pertamina-jajaki-kerja-sama-riset-dengan-uad-bidang-bioenergi-dan-biokimia/

Alumnus Farmasi UAD sukses kembangkan “Cari Jamu”

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Positif (Podcast Farmasi Inspiratif) #10 dengan tema “Industri Rumah Tangga Olahan Produk Herbal dan Peluang Industri Rumah Tangga di Era 4.0” pada Sabtu, 18 Desember 2021 secara daring melalui live streaming YouTube Farmasi UAD.

Hadir sebagai pemateri adalah apt. Dr. Iis Wahyuningsih, M.Si. yang merupakan dosen Fakultas Farmasi UAD dan apt. Rudi Afriananda, S.Far. alumnus Farmasi UAD sekaligus founder Carijamu.

Iis Wahyuningsih menyampaikan mengenai pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) obat tradisional ke arah UMKM pangan. Menurutnya, dalam mengembangkan obat tradisional yang paling mudah yakni dengan Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT), tetapi sangat disayangkan karena belum bisa menyediakan oral.

“Untuk ketersediaan masa jangkauan lama, pada tahap awal lebih ke arah pengembangan pangan dengan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Namun tidak hanya ke arah ia bisa menyembuhkan atau menambah manfaat fisiologis. Sebaiknya ada aspek nutrisi dan sensorik, yakni untuk pengembangan lebih mudah PIRT baru ke arah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan seterusnya.”

Dalam memulai usaha produk herbal, biasanya di tahap awal lebih mengedepankan dalam mengembangkan ide, karena persaingan cukup tinggi agar produk yang dihasilkan berbeda dari yang lain. Tahap berikutnya merancang produk, lalu pengemasan, dan pemasaran. Kabar baiknya, saat ini Kemendikbudristek Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diberi peluang membuat proposal atau program untuk mengajak dan memberdayakan masyarakat, salah satunya menggali potensi dalam kajian farmasi obat herbal.

Rudi Afriananda selaku pemateri kedua mengungkapkan saat ini banyak industri yang membuka jasa maklon, yakni sebuah kegiatan menciptakan produk yang biasanya dilakukan oleh individu atau sebuah korporasi agar bisa memenuhi kebutuhan dari pihak lain. Apabila ingin membuat produk atau mempunyai ide, kita hanya cukup menyiapkan modal dan strategi marketingnya. Tidak perlu dengan membuat produksi dengan skala besar, karena dengan mudah kita cukup menggunakan jasa maklon tersebut.

“Di masa pandemi, produk yang paling dicari adalah imunomodulator, yaitu produk yang bisa meningkatkan imun, memutarkan imun. Namun ke depannya, menurut apa yang kami amati dari berbagai laporan, akan banyak permintaan untuk kosmetologi, khususnya berkaitan dengan kosmetik herbal karena menjadi kualitas tersendiri,” ucap Rudi.

Dalam pernyataan penutup Positif #10 Iis mengatakan, “Apa yang kamu tidak bisa, jangan menutupi apa yang kamu bisa. Bisanya satu orang dengan orang lain itu berbeda, sehingga ketidakbisaan itu jangan menutupi bisanya. Termasuk dalam usaha jamu atau bahan herbal. Tidak ada yang tidak bisa ketika kita mencoba.”

Senada dengan Iis, Rudi juga mengatakan bahwa kesempatan gagal itu ketika menjadi mahasiswa saja, kalau sudah kerja dan terjun dalam masyarakat kesempatan gagal itu ada tetapi jangan sampai terlalu banyak. Maksimalkan gagal itu ketika menjadi mahasiswa dan terus jadikan support untuk ke depannya. (frd)

 

Source by: https://news.uad.ac.id/industri-rumah-tangga-olahan-produk-herbal-dan-peluang-industri-rumah-tangga-di-era-4-0/

Penanaman Mangrove di Pantai Baros Bantul Yogyakarta

 

Lazizmu DIY bersama dengan Pusat Studi Energi dan Lingkungan (PSEL) dan Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana (PSMPB) ikut mnejalankan program lingkungan dengan melakukan aksi penanaman 1000 pohon mangrove di wilayah konservasi mangrove Baros, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu 22 Desember 2021.

Program ini dilatarbelakangi dengan meningkatkanya gas CO2 yang menyebabkan terjadinya efek gas rumah kaca sehingga perlu dilakukan penanganan yang komprehensif.

Menurut Jeffree Fahana selaku Badan Pengurus Lazizmu DIY “Situasi dan kondisi alam sudah sangat memprihatinkan, perlu kontribusi besar terhadap lingkungan oleh karenya Lazismu mempunyai pilar lingkungan namun program penanaman mangrove ini tidak hanya sekedar tanam saja harus juga ada pemberdayaan masyarakat”. Dalam imbuhannya, mengajak lembaga filatropi seperti Lazismu untuk memperhatikan dan berikan kesadaran akan menjaga alam, menjadikan nafas lingkungan sebagai gerakan penyelamatan bumi.

Program rehabilitasi mangrove dapat berikan kontribusi besar secara nasional, menurut Rudi Suharta Kabid Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, pemberdayaan selanjutnya harus melihat nilai ekonomis sehingga adanya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Kita harus ciptakan nilai ekonomis untuk program kelestarian alam” imbuhnya.

Launching program aksi peduli lingkungan Lazismu penanaman 1000 mangrove, dihadiri elemen pemerintah daerah setempat, majelis dan lembaga Muhammadiyah tingkat wilayah dan daerah, Lazismu daerah se-DIY, Ortom tingkat wilayah dan pusat studi bencana dan lingkungan UAD.

Tujuan program penanaman pohon mangrove sebagai upaya untuk mengembalikan ekosistem laut, memulihkan dan meningkatkan fungsi lindung, juga sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat dan juga sebagai dakwah lingkungan hidup akan pentingnya menjaga alam sekitar.

Penyerahan simbolisasi dilakukan oleh ketua PWM DIY bapak Gita Danupranata di dampingi Lazismu DIY bapak Jefree Fahana, ke pihak KP2B Baros untuk menindaklanuti program selanjutnya, kemudian dilaksanakannya penanaman perdana oleh semua tamu undangan yang hadir.

 

Source by: https://lazismudiy.or.id/lazismu-diy-tanam-1000-mangrove-sebagai-nilai-pemberdayaan/

UAD Raih The Best New Participant UIGM

UAD Raih The Best New Participant UIGM

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memperoleh penghargaan sebagai “The Best New Participant” UI GreenMetric (UIGM). Penghargaan tersebut berdasar hasil rilis UIGM World University Rankings tahun 2021.

Pemeringkatan dilakukan untuk mengetahui usaha perkembangan berkelanjutan suatu perguruan tinggi atau lembaga. Kegiatan dilakukan dengan membuat survei daring untuk melihat program dan kebijakan berkelanjutan pada perguruan tinggi di seluruh dunia. Pemeringkatan UIGM didasarkan pada penilaian dalam konsep kerangka lingkungan, ekonomi, dan persamaan.

Pada tahun 2021 sebanyak 956 institusi internasional mengikuti pemeringkatan UIGM dengan 101 di antaranya merupakan perguruan tinggi di Indonesia. UAD mengungguli 22 perguruan tinggi di Indonesia yang baru mengikuti kegiatan perangkingan UIGM.

Pada tahun ini UAD menempati peringkat 384 tingkat internasional, peringkat 42 perguruan tinggi secara nasional, peringkat 3 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyah (PTMA) secara nasional dan peringkat 3 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rektor UAD Dr. Muchlas, M.T. mengatakan, penghargaan “The Best New Participant” ini menjadi motivasi dan pemicu UAD untuk senantiasa konsisten dalam mewujudkan kampus hijau yang berkelanjutan.

“Perwujudan UAD sebagai kampus hijau berkelanjutan didukung dengan meningkatkan sarana, prasarana, dan modifikasi perilaku civitas akademika dengan berdasarkan indikator penilaian UIGM. Harapannya hal tersebut akan seiring dengan peningkatan kualitas hidup civitas akademika yang ada di dalamnya,” katanya. (doc)

 

Source by: https://news.uad.ac.id/uad-raih-the-best-new-participant-uigm/

Dukung Gerakan Bantul Bersih Sampah 2025 (BERSAMA), UAD Kerja Sama dengan Pemkab Bantul

 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul untuk mendukung Gerakan Bantul Bersama. Program ini merupakan Gerakan Bantul Bersih Sampah Tahun 2025. Penandatangan dilakukan langsung oleh Rektor UAD Dr. Muchlas, M.T. dan Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, Rabu, (03-11-2021) di Balai Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan.

Selain penandatanganan kerja sama, ada peluncuran model pengelolaan sampah berbasis BUMKal. BUMKal merupakan Badan Usaha Milik Kalurahan yang bertujuan mengelola sampah dari warga sehingga mengurangi sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Piyungan, Bantul.

Muchlas mengatakan, UAD memiliki sumber daya untuk mendukung program-program pemerintah, termasuk mendukung Gerakan Bantul Bersama. “Kami memiliki komitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dengan sumber daya yang kami miliki saat ini. Aktivasi kerja sama bisa dalam bentuk penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.”

Di sisi lain, Abdul Halim mengatakan Gerakan Bantul Bersama merupakan terobosan untuk mengatasi masalah sampah di Kabupaten Bantul. “Untuk mewujudkan terobosan tersebut perlu ada kerja sama dan kolaborasi dengan stakeholder dan kampus.”

Selain itu dari penjelasannya, BUMKal akan dijadikan pusat pengelolaan sampah organik dan anorganik. Sampah organik dijadikan kompos untuk disalurkan kepada pengguna kompos. Sampah anorganik diolah dan juga bisa dijadikan kerajinan, lalu sampah yang tidak dapat diolah berupa residu dikirim ke TPST Piyungan.

“Warga Bantul setiap harinya menghasilkan sampah 0,6 kilogram per orang. Jika penduduk Bantul ada satu juta orang, maka sampah yang dihasilkan sebanyak 600 ton/hari. Padahal Pemkab Bantul hanya mampu mengolah sampah 100 ton/hari. Oleh karenanya, perlu ada terobosan untuk mengolah sampah secara mandiri dengan menggandeng berbagai pihak,” katanya.

 

Sources by: https://news.uad.ac.id/dukung-gerakan-bantul-bersama-uad-teken-kerja-sama-dengan-pemkab-bantul/

UAD Mengabdi di Desa Ngargosari, Samigaluh, Kulon Progo Yogyakarta

Program pengabdian kepada masyarakat dalam rangkaian kegiatan Milad Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Ke- 61 bertemakan “Transformasi Teknologi Untuk Ketahanan Ekonomi Menuju Pembangunan Berkelanjutan”. Pengabdian masyarakat tersebut berlangsung di Desa Ngargosari, Samigaluh, Kulon Progo Yogyakarta, pada tanggal 01 November 2021.

Pengabdian masyarakat tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran dosen di perguruan tinggi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kandungan nilai komersial dan akademis hasil-hasil pengabdian dan penerapan Ipteks yang diaplikasikan kepada masyarakat luas.

Program pengabdian kepada masyarakat dalam rangkaian kegiatan Milad tersebut pelaksanaannya di desa binaan UAD yang berada di wilayah Samigaluh. Menurut Marsudi Endang SR, S.E., M.M. (Penanggung Jawab PPM Milad UAD ke 61), “ banyak sekali program pelatihan yang dilaksanakan di desa tersebut. Pengabdian ini melibatkan dosen dua fakultas yang ada di UAD, yaitu Fakultas Teknologi Industri maupun Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Kolaborasi kedua fakultas tersebut memberikan pelatihan ke pada warga sekitar seperti, penayangan video produk pelatihan, Diversifikasi produk olahan susu kambing etawa dan jahe, pembuatan kemasan produk, pembuatan HPP, Marketing online, praktek buka toko online, serta praktek langsung pembuatan produk andalan desa setempat. Pengabdian kepada masyarakat dalam rangkaian kegiatan Milad Universitas Ahmad Dahlan tersebut selain dihadiri dosen kedua fakultas, juga dihadiri ketua panitia Milad, lurah dan carik Desa Ngargosari maupun pejabat setempat.

 

Source by: https://fti.uad.ac.id/milad-uad-ke-61-pengabdian-masyarakat-desa-ngargosari-samigaluh-kulon-progo-yogyakarta/

UAD Bangun PLTS Untuk Bantu Warga Serut Cukupi Kebutuhan Air

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). PLTS tersebut digagas dosen UAD sebagai program pengabdian kepada masyarakat dengan dukungan dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

Dr. Muchlas M.T., Rektor UAD menjelaskan, PLTS digunakan untuk menghidupkan pompa untuk mengalirkan air dari sumur ke bak penampungan dan selanjutnya didistribusikan ke rumah-rumah warga. “PLTS ini merupakan bentuk semangat UAD untuk mengembangkan energi terbarukan.”

Ia berharap, pembangunan PLTS memberikan dampak besar bagi masyarakat khususnya dalam efisiensi penggunaan biaya listrik. Adanya PLTS ini juga menunjukkan kalau UAD memiliki komitmen pada pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan.

Dari data yang dihimpun tim pengabdian selama dua bulan, menunjukkan efisiensi penghematan yang luar biasa. Dari yang semula menggunakan listrik PLN dengan biaya sekitar 1,2 juta rupiah turun menjadi 11 ribu rupiah saja. Saat ini sudah ada 30 kepala keluarga (KK) yang mendapat air bersih dari PLTS UAD.

Di sisi lain, Bupati Gunungkidul mengatakan, sebelum gempa bumi tahun 2006, Kapanewon Gedangsari memiliki banyak sumber mata air. Pascabencana kini tinggal empat mata air sehingga setiap musim kemarau masyarakat selalu kekurangan air bersih.

Bantuan PLTS dari UAD sangat membantu masyarakat Kalurahan Serut dalam mendapatkan air. “Kami berterima kasih kepada UAD yang telah menghibahkan PLTS. Semoga ke depan tidak hanya mengaliri 30 KK, tetapi bisa lebih banyak lagi,” kata Sunaryanta

Source by: https://news.uad.ac.id/bangun-plts-uad-bantu-warga-cukupi-kebutuhan-air/

UAD adakan Workshop Pengelolaan Sampah Terpadu Untuk Mewujudkan Green Campus

Biro Sarana dan Prasarana (BSP) Universitas Ahmad Dahlan yang dikepalai Bapak Dr. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T mengadakan workshop pengelolaan sampah terpadu. Kegiatan bertujuan untuk mendapatkan sistem pengelolaan sampah terbaik yang dapat diterapkan oleh UAD. Selama ini pengelolaan sampah hanya diolah ditiap masing-masing kampus oleh karena itu UAD merancang pengelolaan sampah dapat dilakukan terpusat di UAD kampus utama atau kampus 4. Acara ini dihadiri oleh Kepala Biro Sarana dan Prasarana (BSP) Universitas Ahmad Dahlan Bapak Dr. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T, Wakil Rektor bidang Bidang Keuangan, Kehartabendaan dan Administrasi Umum Ibu Utik Bidayati, S.E, M.M, Kepala Pusat Studi Energi dan Lingkungan sekaligus Ketua UI GreenMetric UAD Bapak Okka Adiyanto, S.T.P., M.Sc dan juga dihadiri oleh seluruh kepala kerumahtanggan di lingkungan UAD.
Pada workshop ini mendatangkan pembicara yang kompeten dibidangnya. Pembicara pada workshop kali ini yaitu Bapak Dr. Eng. Muhammad Kunta Biddinika, S.T., M.Eng (dosen prodi Magister Teknik Infromatika) dan juga ibu Utaminingsih Linarti, S.T., M.T (kepala prodi Teknik Industri).

 

Kemeriahan Fun Bike Sebagai Program Unggulan Green Campus UAD

UAD Fun Bike Kick Off Submit UI Green Metrics yang diikuti oleh 50 peserta gowes yang terdiri dari Dosen, Mahasiswa, dan civitas akademika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang dilaksanakan pada minggu (17/10). Kegiatan fun bike menjadi program unggulan green campus UAD yang mengusung tema Gowes Sehat, Kampus Hebat. Para peserta fun bike mendapatkan berbagai macam merchandise seperti, kaos green campus, masker, handsanitizer, dan tumbler minum.

Kegiatan  fun bike diawali oleh sambutan dari Rektor Universitas Ahmad Dahlan Dr. Muchlas Arkanuddin M.T, kemudian dilanjutkan oleh sambutan Ketua UI Green Metrics Okka Adiyanto STP., M.Sc dalam sambutannya mengharapkan dukungan dari seluruh civitas akademika Universitas Ahmad Dahlan untuk mendukung UAD menuju Green Campus.

Kemerihan dimulai pada saat gowes dilakukan dimana bapak Rektor UAD Dr. Muchlas Arkanuddin M.T ikut berpastisipasi bersama Bapak Ibu Wakil Rektor yang sempat hadir. Para peserta akan menyusuri jalan dan rute yang telah ditentukan. Dimulai dari Kampus 4 UAD yang berada di Jalan Ring Road Selatan menuju kampus UAD lainnya dan finish di Kampus 4 UAD.

Kemeriahan dilanjutkan pada saat peserta telah selesai melaksanakan gowes dimana terdapat agenda pemberian doorprize kepada pada peserta yang dapat menjawab pertanyaan yang telah disediakan. 3 Pertanyaan yang disediakan untuk 3 pemenang dooprize dimana pertanyaan yang diberikan seputar pemahaman terkai 3R Reuse, Reduce, dan Recycle, serta manfaat gowes bagi tubuh, kegiatan begitu meriah saat para peserta antusias menjawab pertanyaan.

 

Menurut Aliftama selaku ketua panitia, kegiatan yang digelar kali ini adalah rangkaian untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan asri. Sebelumnya, pada April lalu, civitas UAD telah menggelar penanaman pohon di Kampus 4. Penanaman pohon di lingkungan Kampus UAD itu juga untuk mendukung program Green Campus.

 

Program Pegabdian Green Campus Community UAD Bina Warga Semanu

Green Campus Community UAD bekerja sama dengan Pusat Studi Energi dan Lingkungan UAD melaksanakan pelatihan Ecobrik dan cangkang telur pada Senin (4/10/2021), dan pelatihan pembuatan lilin dan sabun pada Sabtu (9/10/2021) di Desa Semanu Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Green Campus Community (GCC) Universitas Ahmad Dahlan merupakan komunitas mahasiswa peduli kelestarian lingkungan, Pelatihan yang diberikan oleh beberapa mahasiswa anggota GCC UAD yang terbagi menjadi 2 tim pelatihan dan didampingi oleh Ketua PSEL UAD serta beberapa dosen dari Tim Pusat Studi Energi dan Lingkungan UAD.

Pelatihan ini diikuti oleh warga Semanu yang antusias hingga belasan ibu – ibu yang hadir hingga mengikut2 kali pelatihan. Desa Semanu sendiri termasuk desa mitra Universitas Ahmad Dahlan yang ditarget sebagai desa peduli sampah. Dalam penyampaian materi Tim Pusat Studi UAD Isana Arum Primasari ST MT menyampaikan pelatihan-pelatihan yang diajarkan adalah sebagai upaya Reuse, Reduce, dan Recycle (3R). “Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat,” paparnya.

Fadli menambahkan selaku Ketua Divisi Pelatihan dan Pengabdian GCC UAD dalam kegiatan ini GCC UAD ingin menegaskan bahwa peduli lingkungan bisa dilakukan di mana saja dari mana kamu berada. Bahkan di rumah pun bisa Pelatihan ini diharapkan tidak hanya menjadi pelatihan yang terkenang dalam visual saja. Namun menjadi sebuah praktik nyata bagi kita mahasiswa dan warga Semanu khususnya.

Tim PSEL UAD, GCC UAD, Bersama Warga Semanu