Tim PKM UAD Terapkan Teknologi Pengolahan Sampah untuk Menangani DBD

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program Penerapan Teknologi Pengolahan Sampah untuk Menangani DBD (Demam Berdarah Dengue) di Kalurahan Murtigading, Sanden, Bantul, pada Minggu, 28-08-2022. Kegiatan ini dihadiri oleh 26 peserta dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPM-Kal) setempat.

Setelah menjadi permasalahan global, kini sampah juga menjadi salah satu problematika serius di Indonesia, termasuk Murtigading pada khususnya. Pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan merupakan contoh dampak yang ditimbulkan oleh isu sampah. Hal ini kemudian juga dapat berujung pada penyakit, salah satunya DBD.

Dalam program yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini, Tim PKM UAD memberikan materi tentang pengelolaan sampah rumah tangga untuk pencegahan DBD, pelatihan bank sampah, dan penerapan teknologi tepat guna sederhana. Sedangkan untuk pertemuan berikutnya, materi seputar pelatihan pengolahan sampah dengan kompos dan magot serta pendampingan lainnya akan dipaparkan.

Program PKM merupakan bentuk kemitraan antara UAD dengan Kalurahan Murtigading yang diusung oleh Sulistyawati, S.Si., M.P.H., Ph.D. dan Fanani Arief Ghozali, S.Pd., M.Pd. Dalam pelaksanaannya, mereka dibantu oleh tim pelaksana teknis yang terdiri atas Dr. Surahma Asti Mulasari, M.Kes., Dr. Tri Wahyuni Sukesi, M.P.H., Dr. Bambang Sudarsono, M.Pd., Dr. Fatwa Tentama, M.Si., Herman Yuliansyah, S.T., M.Eng., dan Lulu Nafiati, S.E., M.Sc.

Sulistyawati selaku ketua tim program menyampaikan tentang pentingnya menjaga lingkungan. “Tidak henti-hentinya saya mengingatkan bapak ibu untuk peduli terhadap lingkungan sebagai bentuk pencegahan terhadap semua penyakit berbasis lingkungan, termasuk DBD,” imbuhnya.

Sementara itu, Fanani menyoroti seputar kemudahan pembuatan alat tepat guna sederhana dengan bahan yang ada di sekitar. “Salah satunya adalah botol plastik, yang tadinya hanya dianggap sampah tetapi bisa digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan alat penyedot jentik nyamuk,” pungkas Fanani

 

Source by: https://news.uad.ac.id/tim-pkm-uad-terapkan-teknologi-pengolahan-sampah-untuk-menangani-dbd/

Mahasiswa UAD Galakkan Sedekah Sampah

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unit I.B.1 mengadakan sosialisasi terkait pengelolaan sampah di Dusun Gandekan, Guwosari, Pajangan, Bantul pada Kamis, 18-08-2022. Turut hadir sebagai narasumber yaitu Ahmad Nur Syahid, S.T., M.I.L.

Sebagai salah satu problematika besar bagi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), isu sampah dipilih menjadi fokus utama dalam program kerja Tim KKN Unit I.B.1. Mereka berasumsi bahwa permasalahan tersebut masih terus menjadi momok karena kurangnya kesadaran dan informasi masyarakat terkait pemilahan sampah. Hal ini kemudian menjadi tujuan utama mereka untuk mewujudkan gerakan “sampah rumah tangga harus selesai di rumah tangga”.

Bima Nurfauzi selaku ketua unit menyampaikan bahwa program tersebut akan saling memberi manfaat baik antara mahasiswa dan warga. “KKN ini merupakan program dari UAD untuk membantu menyukseskan program Bantul Bersih Sampah 2025, jadi kami menggerakkan masyarakat dalam pengelolaan sampah,” tambahnya.

Dalam penyampaian materi, Ahmad juga menuturkan bahwa kegiatan itu akan membantu masyarakat memilah sampah untuk selanjutnya dikonversi menjadi uang. Mereka mengumpulkan sampah kemudian menyetorkannya ke pengepul rongsok atau melalui program sedekah sampah.

Warga Gandekan menyambut antusias inisiasi ini, terbukti dari ramainya partisipasi mereka dalam sesi kegiatan. Selain mendapat penjelasan tentang Pemilahan Sampah Mandiri (PSM), warga juga diarahkan untuk membentuk kepengurusan sedekah sampah agar pelaksanaannya lebih sistematis. Tim KKN UAD berharap bahwa program ini bisa terus berjalan secara berkelanjutan untuk membantu Pemerintah Daerah dalam menyukseskan program Bantul Bersih Sampah 2025.

 

Source by: https://news.uad.ac.id/peduli-lingkungan-mahasiswa-kkn-uad-galakan-sedekah-sampah/

UAD Gandeng Badan Usaha Milik Kalurahan Kelola Sampah Di Caturharjo

Permasalahan sampah di Yogyakarta sampai saat ini belum tertuntaskan dengan baik. Melalui program hibah kemitraan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Tim Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Badan Usaha Milik Kelurahan (BUM-Kal) Catur Sejahtera bekerja sama untuk mengelola sampah.

BUM-Kal Catur Sejahtera milik Kalurahan Caturharjo, Pandak, Bantul, berinisiasi memiliki usaha di bidang pengelolaan sampah. Beberapa program yang dikerjasamakan bersama Tim Dosen UAD antara lain pelatihan manajemen BUM-Kal, pemilahan sampah, dan pembuatan kompos.

Beranggotakan A. Ahid Mudayana, Deni Ismanto, dan P. Zisca Diana, tim menjalankan kegiatan yang berbasis pada technopreneurship. Dengan memanfaatkan teknologi maka diharapkan sampah dapat dikelola dengan baik.

Selasa, 9 Agustus 2022, tim menyerahkan alat untuk mengelola sampah dan pemilahan. Dengan adanya pengelola sampah tersebut, diharapkan tidak sekadar menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga meningkatkan nilai ekonomis sampah.

“Hasil pengelolaan sampah ini dapat berdampak langsung kepada masyarakat karena lingkungan jadi bersih dan sehat. Secara ekonomis juga ada pemasukan yang bisa dimanfaatkan BUM-Kal untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ahid.

Menurutnya, jika sampah dikelola dengan baik di setiap kalurahan maka dapat mengurai persoalan sampah di Yogyakarta.

 

Source by: https://news.uad.ac.id/gandeng-bum-kal-tim-dosen-uad-kelola-sampah-di-caturharjo/

Tim Pengabdian Masyarakat UAD Lakukan Penyuluhan Sampah di Desa Panjangrejo

Tim pengabdian masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang terdiri atas Arief Syamsuddin, S.Pd., M.Pd., Dr. Trianik Widyaningrum, M.Si., Adi Permadi, Ph.D., Dr.rer.nat. Totok Eka Suharto, M.S., Mufti Khakim, S.H., M.H., Ahmad Raditya Cahya Baswara, S.T., M.Eng., dan Barry Nur Setyanto, S.Pd., M.Pd. melakukan penyuluhan sampah terhadap masyarakat Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Acara diselenggarakan pada 18 Juli 2022 bertempat di Masjid Miftahul Khoir desa setempat.

Fokus dari penyuluhan ini adalah untuk membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dalam menyukseskan program Bantul Bebas Sampah 2025. Sebagai mitra, UAD berkomitmen untuk mengawal program tersebut melalui sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat. Mereka diberikan pemahaman seputar pengelolaan sampah agar bisa memberikan keuntungan, baik dari segi finansial maupun lainnya.

Mudiyana, Kepala Desa Panjangrejo, menyambut baik kedatangan Tim UAD dan berharap kerja sama itu bisa memberikan banyak manfaat. “Kami sangat berharap dengan adanya penyuluhan ini, kesadaran masyarakat bisa terbangun untuk memperlakukan sampah dengan semestinya. Mulai dari pemilahan hingga pengolahan, jadi sampah selesai di desa,” papar Mudiyana.

Masing-masing dosen yang tergabung dalam tim pengabdian masyarakat ini menyampaikan materi yang berbeda dalam sesi penyuluhan. Trianik tentang pemilahan jenis-jenis sampah, Adi tentang sampah sebagai persoalan darurat, Mufti tentang regulasi pengelolaan sampah, dan Totok tentang kebiasaan membuang sampah di sungai. Topik-topik tersebut diharapkan mampu membangkitkan kesadaran masyarakat akan manajemen sampah.

Sebagai salah satu isu sentral, sampah memang menjadi masalah yang perlu ditangani dengan segera. Melalui Program Bantul Bebas Sampah 2025, pemerintah berharap permasalahan sampah bisa teratasi sedikit demi sedikit. Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panjangrejo, Andri, juga berkomitmen bahwa BUMDes siap membantu seluruh warga untuk menyelesaikan persoalan sampah.

 

Source by: https://news.uad.ac.id/tim-pengabdian-masyarakat-uad-lakukan-penyuluhan-sampah-di-desa-panjangrejo/

UAD Kuatkan Pengolahan Sampah di Gunungkidul

Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta melalui program pengabdian masyarakat berupaya mengutakan pengolahan sampah di Gunungkidul, DIY. Bertempat di Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) Gurami Desa Semanu Kabupaten Gunungkidul, pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Tri Budiyanto. Adapun para anggotanya yaitu Endah Utami dan Ika Dyah Kumalasari.

Saat ini, program penanggulangan sampah menjadi salah satu konsen dari Pemerintah. Program-program pengurangan timbulan sampah dan pengelolaan sampah banyak digiatkan oleh Pemerintah Kabupaten, seperti pengelolaan sampah mandiri, bank sampah, ataupun TPS-3R.

Rangkaian penguatan pengelolaan sampah ini diawali dengan penyuluhan terkait manajemen organisasi Bank Sampah oleh narasumber Endah Utami. Selanjutnya pada 16 Juli 2022 adapula penyuluhan terkait Pemilahan Sampah dan Penataan Layout yang Ergonomis.

“Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga diikuti oleh lima mahasiswa yang mengikuti program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM). Sehingga kegiatan mahasiswa tersebut dapat dikonversi kedalam matakuliah. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Pusat Studi Energi dan Lingkungan serta Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan,” kata Tri dalam keterangan tertulis yang diterima Harian Jogja belum lama ini.

Pengabdian ini terlaksana juga berkat dana hibah dari program kemitraan masyarakat Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Harapan dari program pengabdian masyarakat ini yaitu dapat merancang sistem pengelolaan sampah pada KPSM Gurami serta dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengolahan,” katanya.

 

Source by: https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2022/07/20/513/1106637/uad-kuatkan-pengolahan-sampah-di-gunungkidul

Mahasiswa KKN UAD Lakukan Kegiatan Senam, Jalan Sehat, dan Tertib Sampah

Mahasiswa KKN UAD Alternatif ke-81 Unit I.C.3 menyelenggarakan kegiatan yang bertemakan “Kampung sehat, bersih dan nyaman untuk Jogoragan yang lebih SEJAHTERA (Senam, Jalan Sehat, dan Tertib Sampah)” bertempat di lapangan voli RT 09 Dusun Jogoragan Kec. Banguntapan Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari minggu (5/6) tersebut diikuti oleh warga dusun Jogoragan yang terdiri dari RT 06, RT 07, RT 08, dan RT 09.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh berkurangnya semangat warga untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar. Jalan sehat dan senam merupakan salah satu aktivitas fisik yang banyak digemari orang. Tak hanya murah dan mudah dilakukan. Ada beragam manfaat yang bisa didapatkan untuk kesehatan, seperti menjaga kesehatan jantung, mencegah diabetes, menjaga daya tahan tubuh, dan masih banyak lagi.
Lingkungan bersih dapat diartikan sebagai kondisi dari kawasan bersih sehingga daerah tersebut terbebas dari berbagai macam penyakit dan nyaman untuk dihuni. Sedangkan manfaat dari lingkungan bersih cukup banyak antara lain lingkungan disekitar tempat tinggal menjadi lebih sejuk, bebas dari polusi udara, terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kotor serta tidak sehat.
Mahasiswa KKN UAD Alternatif ke-81 Unit I.C.3 yang beranggotakan 8 (delapan) orang yang terdiri dari Fahad Fauzan Firdaus (ketua Unit I.C.3), Vita Ariani dan Fadhila Rahmawati (sekretaris), Septiana (bendahara), Mahendra Ramadhan dan Muhamad Zuhal Amiruddin (Hubungan Masyarakat), Irfan Hidayat dan Rosdianti (Publikasi dan Dokumentasi), dan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Phisca Aditya Rosyady S.Si, M.Sc.
Kegiatan tersebut diawali dengan jalan sehat yang dimulai pada pukul 06.00 sampai dengan 07.00 WIB. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini sesekali terlihat memungut sampah-sampah plastik dan dimasukan ke dalam tempat sampah yang telah disediakan oleh Mahasiswa KKN UAD. Anak-anak bersama orang tuanya pun ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Setelah kegiatan jalan sehat, kegiatan dilanjutkan untuk bersih-bersih sampah pada pukul 07.00 sampai dengan 08.30 WIB. Saat kegiatan berlangsung warga terlihat sangat peduli pada kebersihan lingkungan untuk kampung yang lebih nyaman ditempati. Tidak hanya para orang tua, anak-anak pun demikian halnya.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan senam yang dimulai pukul 16.00 sampai dengan 17.30 WIB. Senam dipimpin langsung oleh instruktur senam dan diikuti oleh warga. Warga Jogoragan pun sangat antusias mengikuti kegiatan ini, dikarenakan selain untuk menjaga tubuh agar tetap bugar, sebelum senam warga juga diberi kupon untuk mendapatkan doorprize yang disiapkan oleh Mahasiswa KKN UAD.
Mahasiswa KKN UAD Alternatif ke-81 Unit I.C.3 melakukan senam bersama warga Dusun Jogoragan. (sumber: dokumen pribadi)

“Kegiatan ini sangat positif dilakukan, Saya sangat mengapresiasi semangat dari Mahasiswa KKN UAD dalam menyelenggarakan kegiatan yang bertemakan Kampung sehat, bersih dan nyaman untuk Jogoragan yang lebih SEJAHTERA (Senam, Jalan Sehat, dan Tertib Sampah) di dusun Jogoragan ini, harapannya kegiatan seperti ini bisa diteruskan oleh masyarakat bahkan mahasiswa KKN selanjutnya.” ujar Gandung, warga Jogoragan.
Menurut Fahad (Ketua KKN Unit I.C.3) “adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menghidupkan kembali kegiatan positif yang membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar sehingga lingkungan pun menjadi bersih, sejuk dan nyaman, yang terpenting agar bisa terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kotor serta tidak sehat.”
Source by: https://kumparan.com/muhamad-zuhal-amiruddin/mahasiswa-kkn-uad-lakukan-kegiatan-senam-jalan-sehat-dan-tertib-sampah-1yEo7E1vPSo/full

Laboratorium Pengelolaan Sampah UAD: Solusi Atasi Masalah Sampah di Bantul

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Bupati Bantul pada Kamis, 02 Juni 2022, meresmikan Laboratorium Pengelolaan Sampah dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2022. Acara ini berlangsung di Aula Kelurahan Murtigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul.

Dalam kesempatan tersebut hadir secara langsung Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul Ari Budi Nugroho, S.T., M.T., Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik UAD Rusydi Umar, M.T., Ph.D., Warek Bidang Aset dan Kehartabendaan UAD Dr. Utik Bidayati, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD, Forum Komunikasi Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, dan Lurah Murtigading beserta jajarannya.

Sebagai bentuk komitmen membantu mewujudkan Bantul Bersih Sampah 2025, dilakukan penandatanganan naskah Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Ketua LPPM UAD Anton Yudhana, Ph.D. dengan Lurah Murtigading Drs. Sutrisno.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Rusydi Umar, sekitar 400 ton sampah dihasilkan dari kehidupan setiap hari. Sementara baru sebanyak 100 ton yang mampu ditangani pemerintah setiap harinya dan sisanya 300 ton per hari akan berpotensi menimbulkan masalah. Oleh karenanya, untuk membantu percepatan dalam mewujudkan Bantul Bersih Sampah 2025, UAD melalui pendanaan internal dan eksternalnya dalam kesempatan kali ini menyerahkan beberapa alat pengolahan sampah dan menerjunkan 15 kelompok pengabdian dosen.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan pengabdian dosen di Murtigading telah dilakukan sejak satu bulan yang lalu dan akan dilanjutkan dengan pengabdian mahasiswa untuk membangun system integrated farming. Rusydi berharap masyarakat dapat mengelola sampah organik dengan sistem integrated farming, sebuah kolaborasi yang akan menghasilkan berbagai manfaat baik untuk peternakan maupun pertanian sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selama Juni hingga Agustus, UAD akan menerjunkan sembilan tim pengabdian dosen di Murtigading, dan pada awal Agustus akan diterjunkan mahasiswa ke seluruh pedusunan di Desa Murtigading sebagai desa mitra UAD. Lebih lanjut, tahun ini UAD berhasil mendapatkan dana dari Dikti khususnya untuk Kabupaten Bantul dengan tiga judul pengajuan, dua di antaranya bertema pengelolaan sampah di Bantul dan satu di Kelurahan Murtigading. Selain itu, UAD juga telah mengajukan pendanaan matching fund kemitraan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, menggandeng dunia industri yang berada di Bantul yakni PT Anugrah Alam Manunggal membangun center of excellent green economy untuk mendukung riset pengelolaan sampah mandiri.

Konsep pengelolaan sampah yang dibangun di Desa Murtigading adalah pengelolaan sampah dengan berbasis Badan Usaha Milik Kelurahan (BUMKel) berdasarkan kebijakan operasional sampah yang telah ditetapkan peraturan Bupati Bantul. Dalam hal pengelolaan sampah, untuk sampah nonorganik dipilah secara mandiri mulai tingkat rumah tangga dengan berbasis bank sampah atau sedekah sampah yang disesuaikan dengan kearifan lokal RT atau wilayah masing-masing. Sedangkan sampah organik dapat dikelola melalui beberapa hal antara lain ember tumpuk yang menghasilkan magot untuk pakan ayam, lindi untuk pupuk cair ataupun bekas magot untuk media tanam, tong komposter atau losida yang akan menghasilkan kompos, ataupun eco enzym yang akan menghasilkan sabun, obat kulit, bahkan bahan pembersih.

Senada dengan hal itu, Bupati Bantul pada sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap sivitas akademika UAD dalam mengabdikan diri dan bersinergi bersama pemerintah.

“Adanya laboratorium ini, maka akan menguatkan upaya kita dalam pengelolaan sampah agar tidak menjadi masalah serius dan dapat mengancam kelestarian lingkungan,” tandas Abdul Halim.

Ia meyakini, dengan keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan terutama sumbangsih keilmuan untuk mengatasi masalah sampah, program Bantul Bersih Sampah 2025 bisa diwujudkan. “Dengan pendekatan ilmiah, maka sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih, bukan hanya meningkatkan nilai ekonomi tetapi juga dapat memberi efek domino dari pengelolaan sampah, seperti potensi menghasilkan sumber energi alternatif.”

“Saya berharap, kehadiran laboratorium ini akan memperkaya wawasan dan pengetahuan dalam pengelolaan sampah,” tutup Bupati Bantul

KKN UAD Adakan Manajemen Pengelolaan Sampah

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Unit II.A.I Periode 81 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan pengelolaan sampah dengan tujuan agar masyarakat dapat mengelolah sampah terutama limbah rumah tangga dengan baik, sehingga tercipta lingkungan yang bersih serta menghasilkan uang dari hasil memilah sampah.

Kegiatan ini berlangsung secara luring di Pendopo Masjid Annur Tegalsari, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada Jumat (27-05-2022) dengan mengusung tema “Sampah Berkah” yang melibatkan elemen masyarakat yakni RT 05, RT 10, dan RT 11 Tegalsari.

Mahasiswa KKN unit II.A.I sendiri berharap, seusai kegiatan ini masyarakat dapat membentuk kepengurusan atau kelompok yang dapat mengurus pengelolaan sampah di Desa Tegalsari, sehingga sosialisasi yang dilakukan dapat memberikan dampak timbal balik. Senada dengan hal itu, Nardi, selaku ketua pelaksana menuturkan bahwa program pengelolaan sampah ini harus diikuti dengan serius. Menurutnya, sampah merupakan salah satu masalah yang sangat kritis saat ini.

Kegiatan dilanjut dengan penyampaian materi tentang pembuatan dan manfaat eko-enzim oleh Nike selaku narasumber, dan Dwi Wantoro memaparkan materi tentang alat dan bahan ember tumpuk dalam pengelolaan sampah.

Dwi Wantoro menyampaikan, “Setiap orang menghasilkan atau mengeluarkan sampah sebanyak 0,4 sampai 0,6 kg per hari, dan yang memiliki kewajiban mengelola sampah dalam keluarga yaitu kepala rumah tangga baik itu ibu atau bapak.”

“Menjaga lingkungan juga merupakan salah satu program pokok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nomor 9 tentang kelestarian lingkungan hidup. Ketika lingkungan tidak dirawat, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti banjir, kekeringan, dan membawa wabah penyakit,” tutupnya.

 

Source by: https://news.uad.ac.id/kkn-uad-adakan-manajemen-pengelolaan-sampah/

KKN UAD Adakan Program ‘Ecobricks’ untuk Memanfaatkan Sampah Plastik

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Periode 81 Unit I.D.3 menyelenggarakan program Ecobricks bersama anak-anak RT 17 Tegaltandan, Banguntapan, Bantul, di Balai RT 17 Tegaltandan pada Jumat, 27 Mei 2022. Sebanyak 23 anak mengikuti kegiatan tersebut dengan memanfaatkan sampah plastik yang telah dikumpulkan.

Ketua Penyelenggara program Ecobricks, Fatimah Nur Rahma, mengungkapkan tujuan program tersebut untuk mengurangi dan mendaur ulang sampah plastik. Ia juga menyebutkan penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sebagai latar belakang diadakannya program tersebut.

“Kita tahu kan bahwa TPST Piyungan itu sudah penuh dan ditutup. Kadang, juga ada hewan-hewan di sekitar sampah seperti sapi dan kerbau yang nantinya akan dikonsumsi oleh manusia dan itu berbahaya. Karena itu, kami ingin mengedukasi anak-anak ini untuk mendaur ulang sampah dan tidak menambah jumlah sampah yang akan mencemari lingkungan,” kata Fatimah.

Ia juga menjelaskan bahwa produk dari program Ecobricks dapat dijadikan sebagai bahan baku penyusun beberapa furnitur rumah tangga seperti kursi, meja, dinding, dan dekorasi rumah maupun taman. “Karena sifatnya yang solid dan tidak mudah terurai, ecobricks ini dapat digunakan untuk membuat kursi, meja, dinding, dekorasi rumah, dan masih banyak lagi,” imbuhnya.

Sebelumnya, dilansir dari Republika, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan ditutup warga sejak setelah Lebaran. Imbas penutupan tersebut mengakibatkan penumpukan sampah di tingkat rumah tangga maupun TPS-TPS lain. Sementara itu, Kabupaten Bantul menghasilkan 170 hingga 180 ton sampah per hari. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, meminta masyarakat untuk mengoptimalkan TPS-TPS dan mengurangi jumlah sampah.

“Jadi, harus dilakukan upaya pemilahan, pengurangan, dan optimalkan yang sudah ada. Kami sudah matur ke Bupati agar ada arahan-arahan untuk menyikapi,” kata Ari dilansir dari Republika pada 10 Mei 2022

 

Source by: https://news.uad.ac.id/kkn-uad-adakan-program-ecobricks-untuk-memanfaatkan-sampah-plastik/

Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UAD di NTT Olah Sampah Menjadi Ecobrick

Sampah menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak signifikan dalam keberlangsungan ekosistem dan kehidupan di bumi. Pada tahun 2021, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat bahwa total sampah nasional mencapai 68,5 juta ton. Dari jumlah tersebut, sampah plastik menjadi penyumbang yang paling dominan yaitu sebanyak 17 persen atau sekitar 11,6 juta ton.

Dalam rangka mengatasi hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 89 Unit I.B.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pengolahan limbah sampah anorganik menjadi sebuah barang yang dapat digunakan dan memiliki nilai jual. Kertas dan plastik yang sudah tidak terpakai dikumpulkan lalu diolah menjadi ecobrick. Kegiatan ini dilakukan di rumah sampah dan lingkungan sekitar di Kelurahan Mbongawani, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1?2 Februari 2022.

Bekerja sama dengan Anak Cinta Lingkungan (ACIL), mahasiswa KKN UAD mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam rangka penggalakan zero waste. Umar Hamdan H. Mansur selaku pendiri ACIL mengaku senang dengan inisiasi kegiatan ini karena dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Wahyu Asri Luthfia Anjani, salah satu mahasiswa KKN UAD, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan Ende yang bebas sampah. “Jika bukan kita yang peduli sebagai anak muda, lalu siapa lagi,” tegas Wahyu.

Salah satu produk ecobrick yang dibuat oleh ACIL dan KKN UAD adalah kursi. Kertas dan plastik bekas dicacah hingga berukuran kecil lalu dimasukkan ke dalam botol air mineral bekas hingga penuh dan padat. Botol-botol yang telah terisi penuh kemudian digabungkan, sebanyak kurang lebih sembilan belas botol diikat dan dikeratkan menjadi satu menggunakan kawat dan lem. Kemudian dilapisi dengan busa di sekeliling permukaan botol, lalu untuk tahap akhir lapisi lagi botol dengan kain Oscar Classic atau kain dengan tekstur kulit. Sebagai tahap akhir, tambahkan kaki pada sisi bawahnya agar kursi bisa digunakan.

Tidak hanya mengurangi jumlah sampah, kegiatan ini juga memiliki nilai komersiil karena bisa mendatangkan keuntungan jika kita mampu mengolah ecobrick menjadi bentuk-bentuk yang menarik. Oleh karena itu, ayo lebih peduli lagi terhadap lingkungan di sekitar kita!

 

Source by: https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/peduli-lingkungan-mahasiswa-kkn-uad-di-ntt-olah-sampah-menjadi-ecobrick