Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UAD di NTT Olah Sampah Menjadi Ecobrick

Sampah menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak signifikan dalam keberlangsungan ekosistem dan kehidupan di bumi. Pada tahun 2021, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat bahwa total sampah nasional mencapai 68,5 juta ton. Dari jumlah tersebut, sampah plastik menjadi penyumbang yang paling dominan yaitu sebanyak 17 persen atau sekitar 11,6 juta ton.

Dalam rangka mengatasi hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 89 Unit I.B.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pengolahan limbah sampah anorganik menjadi sebuah barang yang dapat digunakan dan memiliki nilai jual. Kertas dan plastik yang sudah tidak terpakai dikumpulkan lalu diolah menjadi ecobrick. Kegiatan ini dilakukan di rumah sampah dan lingkungan sekitar di Kelurahan Mbongawani, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1?2 Februari 2022.

Bekerja sama dengan Anak Cinta Lingkungan (ACIL), mahasiswa KKN UAD mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam rangka penggalakan zero waste. Umar Hamdan H. Mansur selaku pendiri ACIL mengaku senang dengan inisiasi kegiatan ini karena dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Wahyu Asri Luthfia Anjani, salah satu mahasiswa KKN UAD, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan Ende yang bebas sampah. “Jika bukan kita yang peduli sebagai anak muda, lalu siapa lagi,” tegas Wahyu.

Salah satu produk ecobrick yang dibuat oleh ACIL dan KKN UAD adalah kursi. Kertas dan plastik bekas dicacah hingga berukuran kecil lalu dimasukkan ke dalam botol air mineral bekas hingga penuh dan padat. Botol-botol yang telah terisi penuh kemudian digabungkan, sebanyak kurang lebih sembilan belas botol diikat dan dikeratkan menjadi satu menggunakan kawat dan lem. Kemudian dilapisi dengan busa di sekeliling permukaan botol, lalu untuk tahap akhir lapisi lagi botol dengan kain Oscar Classic atau kain dengan tekstur kulit. Sebagai tahap akhir, tambahkan kaki pada sisi bawahnya agar kursi bisa digunakan.

Tidak hanya mengurangi jumlah sampah, kegiatan ini juga memiliki nilai komersiil karena bisa mendatangkan keuntungan jika kita mampu mengolah ecobrick menjadi bentuk-bentuk yang menarik. Oleh karena itu, ayo lebih peduli lagi terhadap lingkungan di sekitar kita!

 

Source by: https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/peduli-lingkungan-mahasiswa-kkn-uad-di-ntt-olah-sampah-menjadi-ecobrick

KKN UAD Dorong Dusun Terong 1 Bebas Sampah

Sampah menjadi masalah sosial yang seakan tidak ada habisnya. Masyarakat sering membuang sampah tanpa dipilah, dibakar di halaman, maupun ditimbun dalam tanah. Hal tersebut menjadi permasalahan dan menimbulkan risiko lain. Sampah juga dapat berdampak buruk apabila tidak dikelola dengan baik seperti pencemaran udara, lingkungan menjadi kumuh, menimbulkan beberapa penyakit. Oleh karenanya diperlukan pengelolaan sampah yang sesuai dengan jenisnya.

Berdasarkan banyaknya masalah sampah yang ada di lingkungan sekitar, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam KKN Periode 88 di Kelurahan Terong melakukan kegiatan sosialisasi bersama dengan Dosen Pembimbing Lapangan Cita Eri Ayuningtyas, S.Gz., M.P.H. yang juga merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UAD, pada 16 Februari 2022. Kegiatan dilakukan di gedung TPA Nur Jannah yang berlokasi di Pedukuhan Terong I dan dihadiri oleh Gatot Purwanto Dukuh Terong I serta Sudari Dukuh Pencitrejo.

“Saya mendukung penuh langkah ini sebagai salah satu bagian Program Bantul Bersih, dalam upaya menciptakan lingkungan yang bebas sampah,” jelas Gatot.

Lebih lanjut, sosialisasi mengenalkan proses pengelolaan sampah, khususnya sampah rumah tangga organik dari hasil limbah dapur. Sosialisasi ini ditujukan kepada masyarakat dari Pedukuhan Terong I, Rejosari, dan Pencitrejo yang merupakan pedukuhan di Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo.

Tujuan kegiatan untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah pada lingkup rumah tangga sehingga sampah yang biasa dibuang dapat dimanfaatkan menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Sosialisasi ini merupakan awal program kerja KKN Unit XII.C yang selanjutnya akan diteruskan praktik pengelolaan sampah yang akan dilakukan di masing-masing pedukuhan dengan pemateri dari mahasiswa KKN dari unit masing-masing.

Riza Fakhrizal selaku ketua KKN UAD Unit XII.C.III menyatakan akan melanjutkan sosialisasi ini dengan menambah keterampilan warga dalam mengelola sampah, salah satunya adalah pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromatik.

Mahasiswa KKN UAD Gelar Aksi Bersih Pantai Parangtritis

Mahasiswa Kuliah kerja nyata (KKN) Reguler Periode 88 unit VIII.A.1 melakukan gelar aksi bersih pantai yang berada di wilayah Pantai Parangtritis Yogyakarta pada hari jumat 25 Februari 2022.

Kegiatan bersih pantai ini adalah salah satu program kerja bersama dari seluruh unit KKN di Kapanewon Kretek yang merupakan bagian dari pengabdian langsung kepada masyarakat sekitar Desa Parangtritis.

Dalam pelaksanaannya kegiatan pembersihan pantai dilakukan mulai pukul 06.20 sampai 09.00 WIB. Kegiatan ini dimulai dengan memungut sampah yang ditemukan di pinggiran sepanjang Pantai Parangtritis.

Rafi Mahendra Putra selaku Ketua KKN unit VIII.A.1 menjelaskan bahwa gelar aksi bersih pantai ini bertujuan untuk membuat lingkungan sekitar dan masyarakat yang berlibur Pantai Parangtritis terasa lebih nyaman karena kondisi pantai yang lebih bersih.

“Selain itu, gelar aksi pantai ini merupakan gerakan sosial sebagai wadah edukatif dan sosialisasi bagi masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini dikarenakan pantai parangtritis merupakan salah satu ikonik wisata Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya disela kegiatan.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menggugah masyarkat untuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat mencemari lingkungan hidup.

 

Source by: https://www.pojokmalioboro.com/pendidikan/pr-1222750783/mahasiswa-kkn-uad-gelar-aksi-bersih-pantai-parangtritis

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, UAD Tanam Pohon dan Konsen Atasi Masalah Sampah

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2022, Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr. Muchlas, M.T. melakukan penanaman pohon di Kalurahan Caturharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta. Penanaman dilakukan Bersama Ir. Wahid, M.A. Sekdin Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Sumartinah, S.H., M.Hum. Kepala Bidang Evaluasi dan Tindak Lanjut Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup P3EJ Kementerian LHK, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UAD.

Dalam sambutannya Muchlas mengatakan, UAD mendukung gerakan Bumi Hijau. Salah satu yang telah dilakukan dengan melakukan penghijauan di kampus serta penggunaan energi alternatif PLTS yang akan dipasang di Kampus Utama UAD.

“Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun ini, kami akan mendukung program-program yang berkaitan dengan pengelolaan sampah. Salah satu yang sudah dilakukan adalah dukungan terhadap Bantul Bersama 2025 dengan MoU yang sudah ditandatangani. UAD siap memberikan edukasi dan pendampingan pengelolaan sampah,” katanya.

Ke depan, tambah Muchlas, sebagai perguruan tinggi yang peduli terhadap lingkungan, UAD siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menuntaskan masalah sampah. Di antaranya melakukan edukasi, pendampingan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Sementara Wahid mengucapkan terima kasih kepada UAD telah turut serta berpartisipasi secara aktif dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. “Kami berharap, dengan peringatan ini kecintaan kepada lingkungan semakin bertambah. Sebab, kualitas kesehatan salah satunya dipengaruhi lingkungan.”

Ia menambahkan, butuh partisipasi aktif dari semua pihak untuk mengentaskan masalah sampah. Pihaknya juga berharap agar kesadaran menjaga lingkungan terus ditingkatkan, agar lingkungan menjadi tempat yang sehat untuk ditinggali.

Di sisi lain, Dr. drh. Abdul Muin, M.Si., Kepala Pusat P3EJ dalam sambutannya yang dibacakan Sumartinah mengungkapkan, perlu penguatan pengelolaan sampah untuk mengatasi masalah perubahan iklim.

“Kami mendorong semua pihak untuk melakukan pengurangan dan pengelolaan sampah. Peringatan HPSN tahun 2022 diharapkan jadi pendorong membangun kesadaran publik dalam upaya pengurangan sampah,” katanya.

Data sistem pengelolaan sampah nasional menunjukkan, dari 202 kabupaten kota se-Indonesia menghasilkan 23 juta ton sampah per tahun. Sebanyak 42,3 persen sampah tersebut berasal dari sampah rumah tangga. Dari 23 juta ton tersebut, sebanyak 8,2 juta ton sampah belum dikelola.

“Data yang kami sebutkan baru dari 202 kabupaten kota, sementara di Indonesia ada 504 kabupaten kota. Oleh karenanya, kami berharap keterpaduan pengelolaan sampah dari masyarakat, pemda, perguruan tinggi, dan pihak lainnya.”

 

Source by: https://news.uad.ac.id/peringati-hari-peduli-sampah-nasional-uad-tanam-pohon-dan-konsen-atasi-masalah-sampah/

KKN UAD Ajak Masyarakat Sadari Pentingnya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 88 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kegiatan sosialisasi pelatihan pengolahan sampah rumah tangga di Pedukuhan Terong 1, Terong, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung hari Rabu, 16 Februari 2022 dan dihadiri oleh warga-warga dari tiga pedukuhan yang ada di Kalurahan Terong yaitu Pedukuhan Terong 1, Pencitrejo, dan Rejosari 1.

Sosialisasi dilakukan atas kerja sama pemerintahan Bantul dan LPPM UAD. Pemerintah setempat mengharapkan berlangsungnya KKN Reguler 88 UAD ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan sampah rumahan.

“Sampah dapat dikelola dengan menerapkan 3R, mengurangi sampah, menggunakan kembali sampah, dan mendaur ulang sampah,” ujar Cita Eri Ayuningtyas, S.Gz., M.P.H. selaku Pembimbing Lapangan Divisi XII C 1 sampai 3.

Dijelaskan lebih lanjut, sosialisasi ini dilakukan untuk menumbuhkan inisiatif warga yang ada di Kalurahan Terong untuk bisa memilah dan memanfaatkan sampah sebelum membuangnya ke tempat pembuangan akhir.

“Salah satu dari sekian banyak pemanfaatan sampah rumah tangga adalah pembuatan aquaponik dari botol bekas, pembuatan lilin dari minyak jelantah, dan pupuk organik dari limbah untuk diaplikasikan pada greenhouse. Pemanfaatan sampah yang saya sebutkan tadi merupakan program kerja dari setiap unit yang ada di Kalurahan Terong,” ujar Cita.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti kurang lebih 25 warga Kalurahan Terong dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19. Alvian selaku ketua Unit XII.C.2 menjelaskan acara sosialisasi ini juga melibatkan mahasiswa dari berbagai macam program studi yang ada di UAD.

Program ini sebagai langkah awal untuk memperbaiki lingkungan dari pengelolaan sampah yang dapat dimulai dari rumah tangga. Tokoh masyarakat setempat yaitu Kepala Dukuh Terong 1 mengharapkan program ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah yang sampai sekarang masih menjadi permasalahan sosial di lingkungan masyarakat sendiri.

 

Source by: https://news.uad.ac.id/kkn-uad-ajak-masyarakat-sadari-pentingnya-pengelolaan-sampah-rumah-tangga/

Berdayakan Greenhouse di Pencitrejo, KKN UAD Olah Sampah Organik Jadi Pupuk

Banyaknya produksi sampah rata-rata per orang mencapai 0,7 kilogram, dan hampir 7.000 ton sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA) setiap harinya. Di antara 7.000 ton tersebut, sampah organik rumah tangga mendominasi. Demi mengurangi dominasi sampah organik di TPA, terdapat berbagai upaya yang cukup sederhana, salah satunya dengan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang dapat diolah sendiri di rumah.

Cara pengolahan sampah organik tersebut seperti yang diprakarsai dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Cita Eri Ayuningtyas, S.Gz., M.P.H. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Program menarik ini diturunkan dan dilanjutkan oleh Tim KKN UAD Unit XII.C.1 yang ditempatkan di Pedukuhan Pencitrejo, Dlingo, Bantul, Yogyakarta.

Riki Sahidun Nurohman ketua KKN UAD Unit XII.C.1 mengatakan, olahan sampah akan disalurkan secara langsung sebagai pupuk organik di greenhouse yang dibangun. Ia menjelaskan, kombinasi greenhouse dan pupuk organik dapat membuat tanaman tumbuh dan berproduksi dengan lebih cepat secara berkesinambungan tanpa dipengaruhi oleh musim, serta terhindar dari bahan kimia dari pupuk nonorganik.

“Oleh karenanya, dari program kerja mahasiswa KKN UAD ini, kami berharap masyarakat Pedukuhan Pencitrejo dapat memanfaatkan dan melanjutkan peluang yang telah ada sehingga dapat mengurangi sampah organik di sekitar Pencitrejo,” katanya.

Kegiatan sosialisasi pengolahan sampah organik, pembangunan greenhouse, hingga pengolahan sampah akan terus berlanjut hingga masa KKN selesai pada 4 Maret 2022. Tujuannya tentu agar masyarakat dapat mengolah sampah organik secara pribadi dan mengembangkan greenhouse dengan maksimal.

Sudari selaku dukuh di Pedukuhan Pencitrejo mendukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UAD dan nantinya akan mengoordinir proses pengolahan sampah organik.

 

Source by: https://news.uad.ac.id/berdayakan-greenhouse-di-pencitrejo-kkn-uad-olah-sampah-organik-jadi-pupuk/

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UAD Reguler 88 Ajak Siswa SDN SONO Tanam Pohon

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 88 Universitas Ahmad Dahlan bekerjasama dengan SDN Sono memberikan edukasi terkait kepedulian lingkungan sejak dini kepada siswanya dengan melakukan penanaman pohon. Kegiatan ini berlangsung pada Jum’at 18 Februari 2022 pukul 08.00-10.00 WIB di SDN Sono 1.

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang telah tercantum didalam program kerja (Proker) mahasiswa KKN Unit VIII.B.1. Penanaman pohon ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dan pihak sekolah untuk meningkatkan rasa cinta dan kepedulian siswa kepada lingkungan sekitar agar tercipta kelestarian alam.

Menurut Kepala Sekolah SDN Sono Bapak Suyatna, pihak mereka sangat mendukung kegiatan penanaman pohon ini dikarenakan untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan ditengah era modern ini. Selain itu, dengan adanya penanaman pohon ini diharapkan dapat menumbuhkan minat siswa untuk menjaga lingkungan dan membantu mengurangi efek pemanasan global yang terjadi.

“Kami, sangat mendukung kegiatan penanaman pohon ini dikarenakan sangat memberikan edukasi kepada siswa agar lebih peduli dan cinta lingkungan ditengah jaman modern yang serba gadget ini. Selain itu, dengan menanam pohon dapat menjaga daerah resapan air tanah, menghindarkan dari bencana alam dan menyediakan udara segar yang bermanfaat dalam proses belajar mengajar,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini siswa yang dilibatkan adalah siswa siswi kelas 4 dan 5. Hal ini dikarenakan siswa siswi tersebut sudah mampu menangkap arahan yang diberikan. Selain itu, dalam penanaman pohon ini alat yang digunakan yaitu cangkul, sabit yang merupakan benda tajam. Sehingga atas pertimbangan ini kami memilih siswa kelas 4 dan 5 untuk meminimalisir resiko kecelakaan saat penanaman pohon berlangsung.

Menurut ketua unit VIII.B.1 Wahyu, berharap dengan adanya kegiatan ini mampu membangkitkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah sehingga siswa terhindar dari sifat apatis terhadap lingkungan sekitar serta meningkatkan kepekaan terhadap alam.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini, mampu menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan dan alam serta siswa terhindar dari sifat apatis. Seperti yang kita tahu saat ini banyak siswa yang kurang peduli terhadap lingkungan dikarenakan oleh kemajuan teknologi yang menyebabkan siswa lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain gadget dan bermain game online” pungkasnya.

 

source by: https://www.kompasiana.com/mutiarasyahrusi/62133fb7dd39430571564964/peduli-lingkungan-sejak-dini-mahasiswa-kkn-uad-reguler-88-ajak-siswa-sdn-sono-tanam-pohon

Dosen UAD Kenalkan Peningkatan Literasi dan Pengolahan Sampah di Argosari

Keberadaan sampah rumah tangga di masyarakat menjadi perhatian serius bagi sejumlah dosen dan mahasiswa KKN kelompok XIV Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Melalui program pengabdian kepada masyarakat, dua dosen UAD Yogyakarta, Nunik Hariyanti, M.A. dan Wahidah Mahanani Rahayu, M.Sc. menyelenggarakan sosialisasi di Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Bantul, pada Sabtu (12-02-2022).

Tema yang diangkat pada sosialisasi ini terkait “Pengolahan Sampah Rumah Tangga dan Peningkatan Literasi Masyarakat dengan Membacakan Nyaring”. Sekitar 40 peserta hadir dalam kegiatan tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Ketua PKK Argosari, Dra. Faridah mengatakan, dengan adanya kegiatan tersebut pihaknya merasa mendapatkan tambahan ilmu dan wawasan yang cukup berharga. “Kami sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. Dengan bekal wawasan yang disampaikan oleh teman-teman dosen UAD dan dibantu mahasiswa KKN UAD di sini, kami bisa mengetahui tambahan informasi terkait pengolahan sampah agar lebih bermanfaat,” katanya.

Di sela kegiatan tersebut dilakukan penyerahan buku secara simbolis dari perwakilan UAD yang diwakili Nunik Hariyanti kepada Ketua PKK Argosari Faridah. Terdapat 130 buku yang disumbangkan dari UAD untuk perpustakaan Kalurahan Argosari.

Pada acara tersebut, Nunik Hariyanti yang merupakan dosen Prodi Ilmu Komunikasi UAD menyampaikan pentingnya literasi di kalangan masyarakat untuk mengolah sampah rumah tangga. “Bagaimana memanfaatkan sampah atau limbah ini kita bisa tahu dari literasi, misalnya buku cerita,” tuturnya.

Dilanjutkan Nunik, dengan membaca buku cerita, masyarakat bisa memulainya sejak dari usia dini. “Dengan membaca buku, buku apa pun itu, kita bisa menyerap banyak manfaat. Termasuk salah satunya yaitu pengolahan sampah. Membaca buku minimal lima belas menit setiap hari, mampu memberikan wawasan agar mengetahui hal-hal yang sebenarnya di sekitar kita bisa dimanfaatkan,” lanjutnya.

Sementara itu Wahidah Mahanani Rahayu mengungkapkan sampah rumah tangga mampu diolah agar lebih bermanfaat. “Sebenarnya sampah rumah tangga itu banyak sekali. Namun pada kesempatan kali ini kami ingin menyampaikan limbah makanan, seperti misalnya batang brokoli yang sering kali dibuang. Nah, daripada dibuang alangkah lebih baiknya dimanfaatkan untuk kita olah menjadi makanan berupa cookies,” ungkapnya.

Wahidah mencontohkan limbah makanan lain, seperti tulang ikan. “Banyak dari kita yang memilih untuk membuang tulang ikan. Padahal jika mengetahui, tulang ikan itu memiliki kandungan gizi protein yang tinggi. Tulang ikan ini bisa kita olah menjadi krupuk maupun tepung,” tutur dosen Prodi Teknologi Pangan UAD Yogyakarta itu.

Pada kesempatan tersebut, turut berpartisipasi komunitas dari Read Aloud (RA) Yogyakarta dalam peningkatan budaya membaca bagi anak-anak. Salah satu pengurus RA Yogyakarta, Elsa Agustine, menyampaikan bagaimana para orang tua memiliki peran penting dalam mengenalkan budaya membaca bagi anak-anak.

“Banyak hal yang bisa kita dapatkan dengan membaca. Nah, di sini kami dari Read Aloud Yogyakarta ingin mengajak masyarakat Kelurahan Argosari Sedayu untuk membiasakan membacakan nyaring bagi para putranya. Membacakan nyaring di sini tidak sekadar membaca, tetapi punya manfaat yang cukup penting bahwa anak bisa tertarik, antusias, dan akhirnya suka untuk terus dibacakan,” katanya.

 

Source by: https://news.uad.ac.id/dosen-uad-kenalkan-peningkatan-literasi-dan-pengolahan-sampah-di-argosari/

Laporan 2021

Pembelajaran Kolaboratif Kesiapsiagaan Bencana bagi Sekolah di Kawasan Risiko Bencana Merapi

Penelitian seyogyanya tidak hanya berhenti pada pengembangan keilmuan dan publikasi saja, tetapi idealnya dapat dirasakan kemanfaatannya bagi masyarakat luas. Hilirisasi adalah proses mendekatkan hasil riset dan inovasi kepada pengguna, karena tidak semua masyarakat di akar rumput dapat mengakses jurnal terindeks maupun menerjemahkan hasil penelitian dan luaran secara fasih. Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana (PSMPB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sebelumnya telah melakukan penelitian dan pengembangan Tas Siaga Bencana (TASINA) berbasis kearifan lokal Yogyakarta. Sejalan dengan hal tersebut, hilirisasi penelitian tengah dilakukan tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UAD yang terdiri atas Fariz Setyawan, M.Pd. (ketua), Dholina Inang Pambudi, M.Pd. (anggota 1), dan Dr. Dody Hartanto, M.Pd. (anggota 2), kepada sekolah-kepala sekolah di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Merapi, Sleman, DIY.

Tim PKM UAD telah memperoleh bantuan pendanaan dari Kemdikbudristek program penelitian kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian dan purwarupa PTS tahun anggaran 2021. Tim ini mengusung judul “Proyek Kemanusiaan Melalui Pembelajaran Kolaboratif Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Merapi bagi Sekolah di Kawasan Risiko Bencana (KRB) Merapi”. Program tersebut juga dilatarbelakangi adanya peningkatan status Merapi dari waspada menjadi siaga level III sejak 5 November 2020.

“Tentu hal tersebut menjadi perhatian kita bersama, karena dalam Q.S. Al-Maidah: 32 juga disebutkan bahwa menyelamatkan satu nyawa, seakan-akan dia telah menyelamatkan nyawa semua manusia,” terang Dholina.

Keberhasilan dalam manajemen penanggulangan bencana sangat memerlukan kolaborasi dan sinergi pentahelix (unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, media). Sebagai wujud peran aktif akademisi kampus dalam kegiatan manajemen penanggulangan bencana tersebut, tim PKM UAD melakukan berbagai kegiatan seperti koordinasi dan sosialisasi kepada mitra (sekolah di KRB Merapi), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sleman, dan pihak desa setempat.

Pembekalan juga dilakukan kepada lima puluh mahasiswa UAD yang nantinya akan dilibatkan dalam kegiatan PKM ini. Selepas koordinasi dan pembekalan dilakukan pelatihan selama tiga hari (20, 21, 23 Desember 2021) di Hotel Easparc bagi sekolah di KRB Merapi, Sleman, DIY. Pelatihan tersebut dibagi sesuai jenjang SD, SMP, SMA, dan diikuti sebanyak enam puluh orang yang terdiri atas kepala sekolah, guru, dan karyawan, serta tim siaga sekolah. Materi yang diberikan dalam pelatihan meliputi fikih kebencanaan, kesiapsiagaan bencana bagi sekolah di KRB Merapi pada masa pandemi Covid-19, serta simulasi sederhana erupsi gunung api.

Salah satu peserta pelatihan mengungkapkan, “Saya senang dapat mengikuti pelatihan ini karena mendapat banyak ilmu baru. Selain itu ada materi yang jarang didapatkan yaitu terkait fikih kebencanaan di mana memandang bencana bukan sebagai azab, tetapi sebagai ujian sekaligus wujud kasih sayang Allah kepada hamba-Nya,” terang Rr Afit, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Pakem.

Selain pelatihan kepada guru, tim dosen pengusung PKM dan mahasiswa UAD melakukan pembelajaran kolaboratif kesiapsiagaan bencana melalui bantuan Alat Peraga Edukatif (APE) Erupsi Gunung Api dan TASINA kepada siswa-siswi SMA Muhammadiyah Pakem, Sleman, DIY, pada 23 Desember 2021.

“Melalui pembelajaran kolaboratif kesiapsiagaan bencana menggunakan APE dan TASINA, kami mendapat pengalaman dan ilmu baru agar lebih siap siaga lagi,” terang Fitri, siswi SMA Muhammadiyah Pakem.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan PKM dilakukan penyerahan aset sebanyak 75 pak tas TASINA beserta isinya, dan lima APE Erupsi Gunung Api kepada sekolah mitra di KRB Merapi untuk digunakan sesuai fungsinya, guna mendukung pembelajaran kolaboratif kesiapsiagaan bencana di sekolah. Pendidikan dan penyadaran tidak akan dapat menghentikan terjadinya bencana, tetapi pendidikan dan penyadaran akan dapat membantu mengurangi risiko bencana. (dho)

 

Source by: https://news.uad.ac.id/pembelajaran-kolaboratif-kesiapsiagaan-bencana-bagi-sekolah-di-kawasan-risiko-bencana-merapi/