Gerakan #uadminimplastik UAD Jadi Langkah Nyata Menuju Zero Waste Campus

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) secara resmi memperkenalkan gerakan #uadminimplastik sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan penggunaan plastik di kawasan kampus. Peluncuran gerakan ini dilaksanakan di Hall Kampus 4 UAD pada Senin, 27 April 2026 dan merupakan bagian dari aktivitas Program Zero Waste Campus UAD yang didanai oleh WWF Indonesia.

Rektor UAD meresmikan launching gerakan #uadminimplastik (Foto: Humas UAD)

Kegiatan diawali dengan laporan dari Ketua Pelaksana Program Zero Waste Campus UAD, Ahmad Ahid Mudayana, S.KM., M.P.H., yang mengangkat tema “Zero Waste Campus: Penguatan Edukasi, Kebijakan, dan Fasilitas Pengurangan Sampah Plastik”. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa gerakan ini telah mulai dirintis sejak tiga tahun lalu, sebagai respons terhadap kebijakan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta terkait penutupan TPA Piyungan. Ahid menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara UAD dan WWF Indonesia. Ia berharap peluncuran gerakan ini mampu memberikan dampak nyata dalam sistem pengelolaan sampah di lingkungan kampus.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Sarana dan Prasarana UAD, Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng., menyampaikan bahwa pihak universitas telah menyiapkan dukungan infrastruktur guna menunjang pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah limbah plastik di kampus saat ini telah berhasil ditekan hingga 25%. Menurutnya, pendampingan yang telah dilakukan selama ini menunjukkan hasil positif, baik dari sisi pengurangan sampah maupun pemanfaatannya menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Ia berharap ke depan upaya ini dapat terus menurunkan jumlah residu yang dihasilkan.

Puncak acara ditandai dengan arahan sekaligus peresmian oleh Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir sivitas akademika, terutama dalam membangun kebiasaan memilah sampah. Ia juga menyoroti bahwa UAD telah memiliki fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi pirolisis yang mampu mengubah limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Sebagai simbol dimulainya gerakan, Rektor menyerahkan tumbler kepada perwakilan dekan dan mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan penekanan tombol sirine sebagai tanda implementasi gerakan secara luas di seluruh lingkungan kampus. Prosesi tersebut turut disaksikan oleh perwakilan WWF Indonesia.

Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan berkembang menjadi budaya baru di kalangan sivitas akademika UAD dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Melalui sinergi antara kebijakan institusi dan partisipasi aktif mahasiswa, UAD optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pelopor kampus ramah lingkungan di Yogyakarta.

UAD dan WWF Indonesia Bersinergi Dorong Revolusi Kampus Bebas Plastik

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berwawasan lingkungan dengan berhasil memperoleh pendanaan program Zero Waste Campus dari World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia. Keberhasilan ini dicapai melalui proposal kerja sama antara Biro Sarana dan Prasarana (BSP) dan Pusat Studi Energi dan Lingkungan (PSEL) yang berfokus pada pengelolaan sampah plastik secara mandiri di lingkungan kampus. Inisiatif ini menjadi respons konkret UAD terhadap permasalahan sampah di Yogyakarta, terutama setelah penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. UAD tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga mengambil bagian aktif dalam penyelesaian persoalan lingkungan dengan mempercepat proses pengolahan sampah melalui inovasi yang efektif dan ekonomis.

Tim UAD bersama Direktur Keuangan WWF Indonesia (Foto: BSP UAD & News UAD)

Kepala BSP UAD sekaligus penanggung jawab program, Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng., menyampaikan bahwa dalam satu tahun terakhir UAD telah berhasil mengolah seluruh sampah organik yang dihasilkan. Melalui program ini, UAD menargetkan langkah lanjutan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik dengan pendekatan inovatif yang tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan efisiensi biaya. Ia juga menegaskan bahwa kekuatan utama program ini terletak pada pengalaman nyata UAD dalam pengelolaan sampah selama dua tahun terakhir. Upaya tersebut terbukti mampu menekan biaya operasional sekaligus mengurangi jumlah residu secara signifikan. Oleh karena itu, hibah dari WWF Indonesia menjadi pendorong penting untuk memperluas implementasi program yang telah berjalan. Lebih lanjut, keberhasilan proposal ini dinilai sebagai bentuk pengakuan atas langkah nyata yang telah dilakukan UAD dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah mandiri, khususnya untuk sampah plastik.

Setelah dinyatakan lolos pendanaan, tim pelaksana yang dipimpin oleh Ahmad Ahid Mudayana, S.KM., M.P.H. segera menyiapkan tahap implementasi. Langkah awal yang dilakukan mencakup penyusunan jadwal kegiatan, peninjauan kembali Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta pemenuhan aspek administratif guna mempercepat realisasi program di lingkungan kampus. Dalam jangka panjang, kolaborasi di bawah inisiatif Plastic Smart Cities diharapkan mampu mendorong perubahan budaya organisasi di UAD. Transformasi ini mencakup peningkatan kedisiplinan operasional hingga penguatan etos kerja melalui penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih baik. Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat guna menyebarluaskan praktik keberlanjutan.

Menurut Ahid, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan. Zahrul menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak semata diukur dari tersedianya infrastruktur pengelolaan sampah, tetapi lebih pada perubahan pola pikir seluruh sivitas akademika.Transformasi menuju gaya hidup berkelanjutan menjadi tujuan utama, sehingga kesadaran untuk meninggalkan pola hidup instan dapat tumbuh dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan di masa mendatang.

Semangat baru dengan wajah-wajah baru pengurus Green Campus Comunity 2026

 

 

Yogyakarta – Green Campus Community (GCC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) periode 2026 telah sukses menyelenggarakan kegiatan pelantikan pengurus baru. Acara ini menjadi momentum penting dalam regenerasi kepengurusan sekaligus langkah awal dalam melanjutkan estafet organisasi. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, kegiatan ini mengusung nilai pembaruan serta penguatan peran aktif anggota dalam membangun komunitas yang progresif dan berkelanjutan.

Pelantikan pengurus GCC UAD periode 2026 dilaksanakan pada hari Minggu, 19 April 2026, bertempat di Kampus 4 UAD, lantai 10 sayap timur, Ruang Kaca. Kegiatan ini berlangsung dengan suasana yang khidmat namun tetap hangat, dihadiri oleh para pengurus demisioner, anggota aktif, serta pengurus baru yang akan melanjutkan roda organisasi. Rangkaian acara dimulai dari pembukaan, pembacaan susunan kepengurusan, prosesi pelantikan secara simbolis, hingga penyampaian sambutan dari perwakilan pengurus lama dan pengurus baru. Momen ini tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama atas perjalanan organisasi sebelumnya serta harapan besar yang disematkan kepada kepengurusan yang baru dilantik.

Tujuan dari kegiatan pelantikan ini adalah untuk meresmikan kepengurusan baru sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab, solidaritas, dan sinergi antaranggota dalam menjalankan program kerja ke depan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan Green Campus Community sebagai wadah yang aktif, inovatif, dan peduli terhadap isu lingkungan. Diharapkan melalui pelantikan ini, para pengurus baru mampu menjalin komunikasi yang efektif, membangun kerja sama yang solid, serta menghadirkan berbagai program yang berdampak positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Dengan demikian, fondasi organisasi yang kuat dapat terus terjaga dan berkembang menuju komunitas yang lebih harmonis, profesional, dan berkelanjutan.

Semangat Baru, Langkah Baru: Green Campus Community 2025 Melangkah dengan Optimisme

Green Campus Community (GCC) 2025 telah melaksanakan kegiatan Pelantikan, Upgrading, dan Rapat Kerja pada tanggal 10-11 Mei 2025 di Ruang Kaca Ayah Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun budaya kolaborasi yang adaptif dan responsif di GCC, serta meningkatkan kinerja organisasi.
Pada hari pertama, Sabtu 10 Mei 2025, telah dilaksanakan pelantikan pengurus baru GCC 2025. Acara pelantikan ini dihadiri oleh para pengurus lama, pengurus baru, dan tamu undangan lainnya. Pengurus baru telah dilantik dan siap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam membangun budaya kolaborasi yang adaptif dan responsif di GCC.

Pada hari kedua, Minggu 11 Mei 2025, kegiatan upgrading dan rapat kerja telah dilaksanakan. Kegiatan upgrading ini diisi oleh pemateri  yaitu Difa Mahendra. Materi yang disampaikan oleh Difa Mahendra sangat relevan dengan kebutuhan GCC 2025, yaitu tentang bagaimana membangun budaya kolaborasi yang adaptif dan responsif di era perubahan yang dinamis.
Setelah kegiatan upgrading, rapat kerja telah dilaksanakan untuk membahas dan menetapkan program kerja GCC 2025. Rapat kerja ini dihadiri oleh seluruh pengurus GCC 2025, dan telah membahas berbagai program kerja yang akan dilaksanakan.

Kegiatan upgrading yang diisi oleh Difa Mahendra sangat bermanfaat bagi pengurus GCC 2025. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan GCC 2025, dan telah memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi pengurus.Rapat kerja yang dihadiri oleh seluruh pengurus GCC 2025 telah membahas dan menetapkan program kerja yang tepat untuk organisasi. Program kerja yang telah disepakati ini akan menjadi acuan bagi pengurus GCC 2025 dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Dengan demikian, kegiatan Pelantikan, Upgrading, dan Rapat Kerja Green Campus Community 2025 telah berjalan dengan lancar dan sukses. Diharapkan GCC 2025 dapat meningkatkan kinerja organisasi dan mencapai tujuannya dalam membangun budaya kolaborasi yang adaptif dan responsif di era perubahan yang dinamis.

 

 

Green Campus Community Gelar Musyawarah Besar IV: Regenerasi untuk Kepengurusan Kolaboratif, Adaptif, dan Inovatif

Yogyakarta, 10-11 Januari 2025 – Green Campus Community (GCC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) IV di Kampus 4 UAD dan PKBM Binakarya Yogyakarta. Mengusung tema “Regenerasi Kepemimpinan dalam Mewujudkan Kepengurusan yang Kolaboratif, Adaptif, dan Inovatif”, kegiatan ini diikuti oleh beberapa anggota dan seluruh pengurus GCC.

Mubes IV bertujuan untuk memperbarui Garis Besar Haluan (GBH) dan Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) komunitas, mengevaluasi kinerja, program kerja, serta menyusun laporan pertanggungjawaban pengurus GCC periode 2024. Selain itu, forum ini juga menentukan pemimpin baru yang akan melanjutkan tongkat estafet kepengurusan.

Selama tiga hari pelaksanaan, Mubes IV menghasilkan beberapa keputusan strategis, di antaranya:
1. Penetapan Tata Tertib Sidang.
2. Penyusunan dan pengesahan GBH dan GBHK GCC periode 2024.
3. Penyampaian saran dan rekomendasi untuk seluruh divisi GCC.
4. Pemilihan Ketua Umum GCC periode 2025 berdasarkan hasil suara musyawirin.

Seluruh hasil tersebut disepakati secara kolektif oleh peserta musyawarah, menandai komitmen GCC untuk terus berkembang sebagai organisasi yang inovatif dan berdaya guna.

Selain sidang dan diskusi, Mubes IV juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik, seperti fun games dan kado silang, yang menambah semarak suasana. Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi pengurus dan anggota periode 2024, GCC memberikan penghargaan melalui GCC Award dengan berbagai kategori.

Apresiasi juga disampaikan melalui video After Movie hasil kreasi tim Media & Publikasi GCC 2024, yang merekam momen-momen perjalanan organisasi selama satu periode terakhir. Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama sebagai kenang-kenangan manis bagi seluruh pengurus GCC periode 2024.

Mubes IV berjalan lancar dengan penuh antusiasme dan semangat kebersamaan. Dengan pemimpin baru dan rancangan kerja yang telah disusun, Green Campus Community UAD optimis melangkah maju, membawa visi lingkungan hijau dan keberlanjutan di masa depan.

Penulis,

 

Ana Nur Wakhidah

Sekretaris Jenderal

Green Campus Community Turut Berpartisipasi dalam Lomba Gerak Jalan Ceria Ormawa/Ortom UAD

Yogyakarta, 28 Desember 2024 – Green Campus Community (GCC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan semangat tinggi berpartisipasi dalam “Lomba Gerak Jalan Ceria” yang diselenggarakan di Lapangan Sepak Bola Kampus 4 UAD. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-64 Universitas Ahmad Dahlan dan diikuti oleh berbagai Ormawa dan Ortom di kampus. Meskipun tidak meraih kemenangan, Green Campus Community menunjukkan antusiasme dan kekompakan yang luar biasa selama perlombaan.

Sebelum acara berlangsung, anggota Green Campus Community melakukan latihan baris-berbaris untuk mempersiapkan diri. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kekompakan dan koordinasi tim, sehingga mereka dapat tampil maksimal saat perlombaan. Dengan semangat kebersamaan, delegasi dari Green Campus Community berlatih dengan penuh dedikasi, menunjukkan komitmen mereka untuk memberikan yang terbaik dalam lomba ini.

Pada hari perlombaan, Green Campus Community tampil dengan kostum khas, yaitu vest GCC dan bandana, yang menambah semarak suasana lomba. Penampilan yang kompak dan penuh semangat berhasil menarik perhatian peserta lain dan penonton. Meskipun Green Campus Community belum berhasil meraih juara, semangat juang dan kebersamaan yang ditunjukkan selama perlombaan menjadi sorotan utama. Kami tetap bersyukur atas pengalaman berharga yang didapatkan dan menjadikan momen tersebut sebagai motivasi untuk kegiatan selanjutnya.

Kegiatan “Lomba Gerak Jalan Ceria” tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat hubungan antar mahasiswa. Green Campus Community berharap dapat terus berpartisipasi dalam kegiatan serupa di masa mendatang, dengan semangat yang lebih besar dan persiapan yang lebih matang. Dengan demikian, Green Campus Community akan terus berkontribusi dalam mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif di kalangan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan.

Langkah Nyata untuk Lingkungan: Kolaborasi GCC, Trash Hero, dan Aselis di Alun-Alun Kidul Yogyakarta

Pada Minggu 22 Desember 2024 Green Campus Community telah melaksanakan kegiatan pembersihan Alun-Alun Kidul sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Kegiatan kali ini Green Campus Community berkolaborasi dengan Trash Hero Yogyakarta dan Aselis(Himpunan Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan). Kegiatan ini melibatkan para peserta yang peduli akan kelestarian dan kebersihan alam. Pembersihan Alun-Alun Kidul ini dilakukan sebagai respon atas meningkatnya permasalahan sampah di sekitar alun-alun. Para pengurus Green Campus Community, Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan, dan pihak kolaborasi bersatu untuk membersihkan dan mengumpulkan sampah yang tersebar di sekitar area Alun-Alun Kidul.

Sebelum kegiatan dimulai dilaksanakan briefing terlebih dahulu yang dipimpin oleh pihak Trash Hero untuk memberitahu kawasan mana saja yang akan di bersihkan oleh seluruh peserta kegiatan. Setelah briefing selesai, dilanjutkan dengan acara inti yaitu membersihkan sampah yang berada di kawasan Alun-Alun Kidul. Seluruh peserta sangat antusias dan bersemangat dalam melakukan kegiatan ini. Setelah selesai melakukan aksi pembersihan kemudian dilanjutkan dengan kumpul melingkar di tengah Alun-Alun Kidul untuk membahas mengenai isu sampah, terutama di Yogyakarta.

Di Kawasan Alun-Alun Kidul terdapat sampah Seperti plastik, tusuk bambu, sedotan, putung rokok, dimana sampah Plastik Yang sulit terurai dan dapat mengganggu pengunjung, terutama Tusuk Bambu yang berbahaya Untuk anak-anak yang sedang bermain di tengah lapangan Alun-Alun Kidul.

Green Campus Community UAD Resmi Meluncurkan E-Commerce “Hejo Shop” di Shopee

Sabtu, 23 November 2024, Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan telah resmi meluncurkan platform E-commerce di Shopee sebagai bagian dari inisiatif mendukung produksi barang yang ramah lingkungan.

Dengan nama akun Hejo Shop, e-commerce GCC UAD berisi berbagai macam barang ramah lingkungan. Mulai dari lilin aroma yang terbuat dari minyak jelantah sampai buku diary yang terbuat dari kertas daur ulang, dibuat oleh tangan-tangan terampil para pengurus GCC dan Anggota. Tidak hanya itu, terdapat pernak pernik Green Campus Community, seperti Botol minum dan Totebag. Barang tersebut dijual dengan harga terjangkau mulai kisaran sepuluh ribu sampai lima puluh ribu untuk botol minum.

Sebagai salah bentuk komitmen dari komunitas lingkungan, GCC UAD mengelola barang-barang yang tidak terpakai menjadi barang yang bernilai jual tinggi. Dengan adanya Hejo Shop ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa disisi lain barang bekas seperti kertas dan minyak jelantah dapat menjadi barang yang memiliki nilai jual.

Meningkatkan Kompetensi dan Jaringan : GCC Kirimkan Delegasi untuk Berpartisipasi dalam Acara NSLSM Ke-4 di UNNES Semarang

 

             Green Campus Community (GCC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ikut berpartisipasi dalam acara The 4rd National Student Leaders on Sustainability Meeting (NSLSM) 2024 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada tanggal 05 Desember – 07 Desember 2024. Kegiatan ini mengusung tema “Empowering Student Leaders: Shoping a Sustainable Future for Indonesia Emas”. Kegiatan ini ditujukan untuk melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam pengembangan program keberlanjutan di Indonesia. Kegiatan ini pun diselenggarakan dengan tujuan mempersiapkan generasi calon pemimpin agar berpola pikir keberlanjutan.

             Pada hari pertama (05/12) 2024, kegiatan dibuka dengan acara pembuka yang dihadiri oleh Rektor UNNES, kepala UI Green Metric, seluruh delegasi dan panitia. Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama yang bertema “Building a Greener Future: The Role of Students in Sustainability” dan materi kedua dengan tema “What Can Student leaders do for their university’s Sustainability Program”. Acara hari pertama ditutup dengan Welcoming Dinner yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk saling berkenalan dan berbagi pengalaman.

            Kegiatan dilanjutkan di hari kedua (06/12) 2024 dimulai dengan sesi pemateri yang menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang kepemimpinan dan keberlanjutan. Setelah sesi pemateri, dilakukan kegiatan pelepasan ikan lele ke embung UNNES sebagai simbol pelestarian lingkungan. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan produk dari tulang daun, yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kesadaran peserta terhadap pemanfaatan limbah.

            Pada hari terakhir (07/12) 2024 seluruh peserta diajak untuk melakukan tour kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan peserta pada budaya dan potensi wisata yang ada di Semarang, sekaligus memberikan pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan NSLSM. Kegiatan the 4rd NSLSM ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengalaman baru bagi delegasi Green Campus Community (GCC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) serta memperkuat jaringan antar universitas dalam upaya mendukung keberlanjutan dan kepemimpinan di kalangan mahasiswa.

GCC UAD Dorong Aksi Nyata melalui Seminar Lingkungan Nasional dan Lomba Esai 2024

 

Pada tanggal (30/11) 2024, Green Campus Community (GCC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah melaksanakan kegiatan Seminar Lingkungan Nasional & Lomba Essay dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran Anak Muda Bangsa dalam Menanggulangi Masalah Sampah di Tengah Isu Darurat Sampah”. Kegiatan ini berlangsung di Amphitarium Lantai 9 Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan mulai pukul 07.30 hingga 11.30 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman para generasi muda agar lebih bijak dalam mengelola dan mengurangi sampah yang kini menjadi isu darurat sampah dimana-mana. Seminar ini dihadiri oleh 235 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, dosen, masyarakat umum, tamu undangan, serta 28 panitia. Acara dimulai dengan pembacaan kalam ilahi oleh Saudara Rionaldo Handika dan dilanjut dengan sambutan dari Ketua Panitia (Muhammad Hidayatullah Fiddien), Ketua Umum Green Campus Community (Difa Mahendra), Pembina Green Campus Community (Bapak Okka Adiyanto, S.T.P.,M.Sc.,Ph.D) , dan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan (Bapak Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom.,M.A.).

Seminar Lingkungan Nasional ini menghadirkan dua pembicara atau narasumber utama yang membahas mengenai isu-isu penting terkait lingkungan. Bapak Dr. Ir. Hijrah Purnama Putra, S.T., M.Eng. memaparkan materi tentang pengolahan sampah hingga Project B Indonesia yang beliau jalankan dan dilanjut pemaparan materi dari Bapak Giri Marhara mengenai kisah awal mula beliau mulai tertarik mengumpulkan sampah hingga pengolahannya yang sangat menginspirasi. Acara berikutnya adalah sesi diskusi interaktif, di mana peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan.

Lomba Essay yang merupakan bagian dari kegiatan ini juga mendapatkan respon positif, dengan total 30 peserta dari berbagai universitas PTN maupun PTS di Yogyakarta yang mengirimkan karya essay mereka. Pengumuman pemenang Lomba Essay ini dilakukan pada akhir acara Seminar Lingkungan Nasional, dimana Juara 1 diraih oleh Muhammad Rizky Fadillah dari Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta, Juara 2 diraih oleh Riandra Restu Mahestra dari Universitas Ahmad Dahlan, dan Juara 3 diraih oleh Fauzan Zaidan dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.

Acara ini ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba essay dan sesi dokumentasi. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan dalam seminar dan menghasilkan ide-ide inovatif melalui lomba essay. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan khususnya untuk generasi muda.