UAD Kuatkan Pengolahan Sampah di Gunungkidul

Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta melalui program pengabdian masyarakat berupaya mengutakan pengolahan sampah di Gunungkidul, DIY. Bertempat di Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) Gurami Desa Semanu Kabupaten Gunungkidul, pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Tri Budiyanto. Adapun para anggotanya yaitu Endah Utami dan Ika Dyah Kumalasari.

Saat ini, program penanggulangan sampah menjadi salah satu konsen dari Pemerintah. Program-program pengurangan timbulan sampah dan pengelolaan sampah banyak digiatkan oleh Pemerintah Kabupaten, seperti pengelolaan sampah mandiri, bank sampah, ataupun TPS-3R.

Rangkaian penguatan pengelolaan sampah ini diawali dengan penyuluhan terkait manajemen organisasi Bank Sampah oleh narasumber Endah Utami. Selanjutnya pada 16 Juli 2022 adapula penyuluhan terkait Pemilahan Sampah dan Penataan Layout yang Ergonomis.

“Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga diikuti oleh lima mahasiswa yang mengikuti program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM). Sehingga kegiatan mahasiswa tersebut dapat dikonversi kedalam matakuliah. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Pusat Studi Energi dan Lingkungan serta Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan,” kata Tri dalam keterangan tertulis yang diterima Harian Jogja belum lama ini.

Pengabdian ini terlaksana juga berkat dana hibah dari program kemitraan masyarakat Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Harapan dari program pengabdian masyarakat ini yaitu dapat merancang sistem pengelolaan sampah pada KPSM Gurami serta dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengolahan,” katanya.

 

Source by: https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2022/07/20/513/1106637/uad-kuatkan-pengolahan-sampah-di-gunungkidul

Mahasiswa KKN UAD Lakukan Kegiatan Senam, Jalan Sehat, dan Tertib Sampah

Mahasiswa KKN UAD Alternatif ke-81 Unit I.C.3 menyelenggarakan kegiatan yang bertemakan “Kampung sehat, bersih dan nyaman untuk Jogoragan yang lebih SEJAHTERA (Senam, Jalan Sehat, dan Tertib Sampah)” bertempat di lapangan voli RT 09 Dusun Jogoragan Kec. Banguntapan Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari minggu (5/6) tersebut diikuti oleh warga dusun Jogoragan yang terdiri dari RT 06, RT 07, RT 08, dan RT 09.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh berkurangnya semangat warga untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar. Jalan sehat dan senam merupakan salah satu aktivitas fisik yang banyak digemari orang. Tak hanya murah dan mudah dilakukan. Ada beragam manfaat yang bisa didapatkan untuk kesehatan, seperti menjaga kesehatan jantung, mencegah diabetes, menjaga daya tahan tubuh, dan masih banyak lagi.
Lingkungan bersih dapat diartikan sebagai kondisi dari kawasan bersih sehingga daerah tersebut terbebas dari berbagai macam penyakit dan nyaman untuk dihuni. Sedangkan manfaat dari lingkungan bersih cukup banyak antara lain lingkungan disekitar tempat tinggal menjadi lebih sejuk, bebas dari polusi udara, terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kotor serta tidak sehat.
Mahasiswa KKN UAD Alternatif ke-81 Unit I.C.3 yang beranggotakan 8 (delapan) orang yang terdiri dari Fahad Fauzan Firdaus (ketua Unit I.C.3), Vita Ariani dan Fadhila Rahmawati (sekretaris), Septiana (bendahara), Mahendra Ramadhan dan Muhamad Zuhal Amiruddin (Hubungan Masyarakat), Irfan Hidayat dan Rosdianti (Publikasi dan Dokumentasi), dan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Phisca Aditya Rosyady S.Si, M.Sc.
Kegiatan tersebut diawali dengan jalan sehat yang dimulai pada pukul 06.00 sampai dengan 07.00 WIB. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini sesekali terlihat memungut sampah-sampah plastik dan dimasukan ke dalam tempat sampah yang telah disediakan oleh Mahasiswa KKN UAD. Anak-anak bersama orang tuanya pun ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Setelah kegiatan jalan sehat, kegiatan dilanjutkan untuk bersih-bersih sampah pada pukul 07.00 sampai dengan 08.30 WIB. Saat kegiatan berlangsung warga terlihat sangat peduli pada kebersihan lingkungan untuk kampung yang lebih nyaman ditempati. Tidak hanya para orang tua, anak-anak pun demikian halnya.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan senam yang dimulai pukul 16.00 sampai dengan 17.30 WIB. Senam dipimpin langsung oleh instruktur senam dan diikuti oleh warga. Warga Jogoragan pun sangat antusias mengikuti kegiatan ini, dikarenakan selain untuk menjaga tubuh agar tetap bugar, sebelum senam warga juga diberi kupon untuk mendapatkan doorprize yang disiapkan oleh Mahasiswa KKN UAD.
Mahasiswa KKN UAD Alternatif ke-81 Unit I.C.3 melakukan senam bersama warga Dusun Jogoragan. (sumber: dokumen pribadi)

“Kegiatan ini sangat positif dilakukan, Saya sangat mengapresiasi semangat dari Mahasiswa KKN UAD dalam menyelenggarakan kegiatan yang bertemakan Kampung sehat, bersih dan nyaman untuk Jogoragan yang lebih SEJAHTERA (Senam, Jalan Sehat, dan Tertib Sampah) di dusun Jogoragan ini, harapannya kegiatan seperti ini bisa diteruskan oleh masyarakat bahkan mahasiswa KKN selanjutnya.” ujar Gandung, warga Jogoragan.
Menurut Fahad (Ketua KKN Unit I.C.3) “adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menghidupkan kembali kegiatan positif yang membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar sehingga lingkungan pun menjadi bersih, sejuk dan nyaman, yang terpenting agar bisa terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kotor serta tidak sehat.”
Source by: https://kumparan.com/muhamad-zuhal-amiruddin/mahasiswa-kkn-uad-lakukan-kegiatan-senam-jalan-sehat-dan-tertib-sampah-1yEo7E1vPSo/full

Laboratorium Pengelolaan Sampah UAD: Solusi Atasi Masalah Sampah di Bantul

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Bupati Bantul pada Kamis, 02 Juni 2022, meresmikan Laboratorium Pengelolaan Sampah dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2022. Acara ini berlangsung di Aula Kelurahan Murtigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul.

Dalam kesempatan tersebut hadir secara langsung Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul Ari Budi Nugroho, S.T., M.T., Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik UAD Rusydi Umar, M.T., Ph.D., Warek Bidang Aset dan Kehartabendaan UAD Dr. Utik Bidayati, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD, Forum Komunikasi Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, dan Lurah Murtigading beserta jajarannya.

Sebagai bentuk komitmen membantu mewujudkan Bantul Bersih Sampah 2025, dilakukan penandatanganan naskah Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Ketua LPPM UAD Anton Yudhana, Ph.D. dengan Lurah Murtigading Drs. Sutrisno.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Rusydi Umar, sekitar 400 ton sampah dihasilkan dari kehidupan setiap hari. Sementara baru sebanyak 100 ton yang mampu ditangani pemerintah setiap harinya dan sisanya 300 ton per hari akan berpotensi menimbulkan masalah. Oleh karenanya, untuk membantu percepatan dalam mewujudkan Bantul Bersih Sampah 2025, UAD melalui pendanaan internal dan eksternalnya dalam kesempatan kali ini menyerahkan beberapa alat pengolahan sampah dan menerjunkan 15 kelompok pengabdian dosen.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan pengabdian dosen di Murtigading telah dilakukan sejak satu bulan yang lalu dan akan dilanjutkan dengan pengabdian mahasiswa untuk membangun system integrated farming. Rusydi berharap masyarakat dapat mengelola sampah organik dengan sistem integrated farming, sebuah kolaborasi yang akan menghasilkan berbagai manfaat baik untuk peternakan maupun pertanian sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selama Juni hingga Agustus, UAD akan menerjunkan sembilan tim pengabdian dosen di Murtigading, dan pada awal Agustus akan diterjunkan mahasiswa ke seluruh pedusunan di Desa Murtigading sebagai desa mitra UAD. Lebih lanjut, tahun ini UAD berhasil mendapatkan dana dari Dikti khususnya untuk Kabupaten Bantul dengan tiga judul pengajuan, dua di antaranya bertema pengelolaan sampah di Bantul dan satu di Kelurahan Murtigading. Selain itu, UAD juga telah mengajukan pendanaan matching fund kemitraan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, menggandeng dunia industri yang berada di Bantul yakni PT Anugrah Alam Manunggal membangun center of excellent green economy untuk mendukung riset pengelolaan sampah mandiri.

Konsep pengelolaan sampah yang dibangun di Desa Murtigading adalah pengelolaan sampah dengan berbasis Badan Usaha Milik Kelurahan (BUMKel) berdasarkan kebijakan operasional sampah yang telah ditetapkan peraturan Bupati Bantul. Dalam hal pengelolaan sampah, untuk sampah nonorganik dipilah secara mandiri mulai tingkat rumah tangga dengan berbasis bank sampah atau sedekah sampah yang disesuaikan dengan kearifan lokal RT atau wilayah masing-masing. Sedangkan sampah organik dapat dikelola melalui beberapa hal antara lain ember tumpuk yang menghasilkan magot untuk pakan ayam, lindi untuk pupuk cair ataupun bekas magot untuk media tanam, tong komposter atau losida yang akan menghasilkan kompos, ataupun eco enzym yang akan menghasilkan sabun, obat kulit, bahkan bahan pembersih.

Senada dengan hal itu, Bupati Bantul pada sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap sivitas akademika UAD dalam mengabdikan diri dan bersinergi bersama pemerintah.

“Adanya laboratorium ini, maka akan menguatkan upaya kita dalam pengelolaan sampah agar tidak menjadi masalah serius dan dapat mengancam kelestarian lingkungan,” tandas Abdul Halim.

Ia meyakini, dengan keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan terutama sumbangsih keilmuan untuk mengatasi masalah sampah, program Bantul Bersih Sampah 2025 bisa diwujudkan. “Dengan pendekatan ilmiah, maka sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih, bukan hanya meningkatkan nilai ekonomi tetapi juga dapat memberi efek domino dari pengelolaan sampah, seperti potensi menghasilkan sumber energi alternatif.”

“Saya berharap, kehadiran laboratorium ini akan memperkaya wawasan dan pengetahuan dalam pengelolaan sampah,” tutup Bupati Bantul

KKN UAD Adakan Manajemen Pengelolaan Sampah

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Unit II.A.I Periode 81 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan pengelolaan sampah dengan tujuan agar masyarakat dapat mengelolah sampah terutama limbah rumah tangga dengan baik, sehingga tercipta lingkungan yang bersih serta menghasilkan uang dari hasil memilah sampah.

Kegiatan ini berlangsung secara luring di Pendopo Masjid Annur Tegalsari, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada Jumat (27-05-2022) dengan mengusung tema “Sampah Berkah” yang melibatkan elemen masyarakat yakni RT 05, RT 10, dan RT 11 Tegalsari.

Mahasiswa KKN unit II.A.I sendiri berharap, seusai kegiatan ini masyarakat dapat membentuk kepengurusan atau kelompok yang dapat mengurus pengelolaan sampah di Desa Tegalsari, sehingga sosialisasi yang dilakukan dapat memberikan dampak timbal balik. Senada dengan hal itu, Nardi, selaku ketua pelaksana menuturkan bahwa program pengelolaan sampah ini harus diikuti dengan serius. Menurutnya, sampah merupakan salah satu masalah yang sangat kritis saat ini.

Kegiatan dilanjut dengan penyampaian materi tentang pembuatan dan manfaat eko-enzim oleh Nike selaku narasumber, dan Dwi Wantoro memaparkan materi tentang alat dan bahan ember tumpuk dalam pengelolaan sampah.

Dwi Wantoro menyampaikan, “Setiap orang menghasilkan atau mengeluarkan sampah sebanyak 0,4 sampai 0,6 kg per hari, dan yang memiliki kewajiban mengelola sampah dalam keluarga yaitu kepala rumah tangga baik itu ibu atau bapak.”

“Menjaga lingkungan juga merupakan salah satu program pokok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nomor 9 tentang kelestarian lingkungan hidup. Ketika lingkungan tidak dirawat, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti banjir, kekeringan, dan membawa wabah penyakit,” tutupnya.

 

Source by: https://news.uad.ac.id/kkn-uad-adakan-manajemen-pengelolaan-sampah/

KKN UAD Adakan Program ‘Ecobricks’ untuk Memanfaatkan Sampah Plastik

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Periode 81 Unit I.D.3 menyelenggarakan program Ecobricks bersama anak-anak RT 17 Tegaltandan, Banguntapan, Bantul, di Balai RT 17 Tegaltandan pada Jumat, 27 Mei 2022. Sebanyak 23 anak mengikuti kegiatan tersebut dengan memanfaatkan sampah plastik yang telah dikumpulkan.

Ketua Penyelenggara program Ecobricks, Fatimah Nur Rahma, mengungkapkan tujuan program tersebut untuk mengurangi dan mendaur ulang sampah plastik. Ia juga menyebutkan penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sebagai latar belakang diadakannya program tersebut.

“Kita tahu kan bahwa TPST Piyungan itu sudah penuh dan ditutup. Kadang, juga ada hewan-hewan di sekitar sampah seperti sapi dan kerbau yang nantinya akan dikonsumsi oleh manusia dan itu berbahaya. Karena itu, kami ingin mengedukasi anak-anak ini untuk mendaur ulang sampah dan tidak menambah jumlah sampah yang akan mencemari lingkungan,” kata Fatimah.

Ia juga menjelaskan bahwa produk dari program Ecobricks dapat dijadikan sebagai bahan baku penyusun beberapa furnitur rumah tangga seperti kursi, meja, dinding, dan dekorasi rumah maupun taman. “Karena sifatnya yang solid dan tidak mudah terurai, ecobricks ini dapat digunakan untuk membuat kursi, meja, dinding, dekorasi rumah, dan masih banyak lagi,” imbuhnya.

Sebelumnya, dilansir dari Republika, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan ditutup warga sejak setelah Lebaran. Imbas penutupan tersebut mengakibatkan penumpukan sampah di tingkat rumah tangga maupun TPS-TPS lain. Sementara itu, Kabupaten Bantul menghasilkan 170 hingga 180 ton sampah per hari. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, meminta masyarakat untuk mengoptimalkan TPS-TPS dan mengurangi jumlah sampah.

“Jadi, harus dilakukan upaya pemilahan, pengurangan, dan optimalkan yang sudah ada. Kami sudah matur ke Bupati agar ada arahan-arahan untuk menyikapi,” kata Ari dilansir dari Republika pada 10 Mei 2022

 

Source by: https://news.uad.ac.id/kkn-uad-adakan-program-ecobricks-untuk-memanfaatkan-sampah-plastik/

Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UAD di NTT Olah Sampah Menjadi Ecobrick

Sampah menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak signifikan dalam keberlangsungan ekosistem dan kehidupan di bumi. Pada tahun 2021, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat bahwa total sampah nasional mencapai 68,5 juta ton. Dari jumlah tersebut, sampah plastik menjadi penyumbang yang paling dominan yaitu sebanyak 17 persen atau sekitar 11,6 juta ton.

Dalam rangka mengatasi hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 89 Unit I.B.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pengolahan limbah sampah anorganik menjadi sebuah barang yang dapat digunakan dan memiliki nilai jual. Kertas dan plastik yang sudah tidak terpakai dikumpulkan lalu diolah menjadi ecobrick. Kegiatan ini dilakukan di rumah sampah dan lingkungan sekitar di Kelurahan Mbongawani, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1?2 Februari 2022.

Bekerja sama dengan Anak Cinta Lingkungan (ACIL), mahasiswa KKN UAD mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam rangka penggalakan zero waste. Umar Hamdan H. Mansur selaku pendiri ACIL mengaku senang dengan inisiasi kegiatan ini karena dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Wahyu Asri Luthfia Anjani, salah satu mahasiswa KKN UAD, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan Ende yang bebas sampah. “Jika bukan kita yang peduli sebagai anak muda, lalu siapa lagi,” tegas Wahyu.

Salah satu produk ecobrick yang dibuat oleh ACIL dan KKN UAD adalah kursi. Kertas dan plastik bekas dicacah hingga berukuran kecil lalu dimasukkan ke dalam botol air mineral bekas hingga penuh dan padat. Botol-botol yang telah terisi penuh kemudian digabungkan, sebanyak kurang lebih sembilan belas botol diikat dan dikeratkan menjadi satu menggunakan kawat dan lem. Kemudian dilapisi dengan busa di sekeliling permukaan botol, lalu untuk tahap akhir lapisi lagi botol dengan kain Oscar Classic atau kain dengan tekstur kulit. Sebagai tahap akhir, tambahkan kaki pada sisi bawahnya agar kursi bisa digunakan.

Tidak hanya mengurangi jumlah sampah, kegiatan ini juga memiliki nilai komersiil karena bisa mendatangkan keuntungan jika kita mampu mengolah ecobrick menjadi bentuk-bentuk yang menarik. Oleh karena itu, ayo lebih peduli lagi terhadap lingkungan di sekitar kita!

 

Source by: https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/peduli-lingkungan-mahasiswa-kkn-uad-di-ntt-olah-sampah-menjadi-ecobrick

KKN UAD Dorong Dusun Terong 1 Bebas Sampah

Sampah menjadi masalah sosial yang seakan tidak ada habisnya. Masyarakat sering membuang sampah tanpa dipilah, dibakar di halaman, maupun ditimbun dalam tanah. Hal tersebut menjadi permasalahan dan menimbulkan risiko lain. Sampah juga dapat berdampak buruk apabila tidak dikelola dengan baik seperti pencemaran udara, lingkungan menjadi kumuh, menimbulkan beberapa penyakit. Oleh karenanya diperlukan pengelolaan sampah yang sesuai dengan jenisnya.

Berdasarkan banyaknya masalah sampah yang ada di lingkungan sekitar, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tergabung dalam KKN Periode 88 di Kelurahan Terong melakukan kegiatan sosialisasi bersama dengan Dosen Pembimbing Lapangan Cita Eri Ayuningtyas, S.Gz., M.P.H. yang juga merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UAD, pada 16 Februari 2022. Kegiatan dilakukan di gedung TPA Nur Jannah yang berlokasi di Pedukuhan Terong I dan dihadiri oleh Gatot Purwanto Dukuh Terong I serta Sudari Dukuh Pencitrejo.

“Saya mendukung penuh langkah ini sebagai salah satu bagian Program Bantul Bersih, dalam upaya menciptakan lingkungan yang bebas sampah,” jelas Gatot.

Lebih lanjut, sosialisasi mengenalkan proses pengelolaan sampah, khususnya sampah rumah tangga organik dari hasil limbah dapur. Sosialisasi ini ditujukan kepada masyarakat dari Pedukuhan Terong I, Rejosari, dan Pencitrejo yang merupakan pedukuhan di Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo.

Tujuan kegiatan untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah pada lingkup rumah tangga sehingga sampah yang biasa dibuang dapat dimanfaatkan menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Sosialisasi ini merupakan awal program kerja KKN Unit XII.C yang selanjutnya akan diteruskan praktik pengelolaan sampah yang akan dilakukan di masing-masing pedukuhan dengan pemateri dari mahasiswa KKN dari unit masing-masing.

Riza Fakhrizal selaku ketua KKN UAD Unit XII.C.III menyatakan akan melanjutkan sosialisasi ini dengan menambah keterampilan warga dalam mengelola sampah, salah satunya adalah pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromatik.

Mahasiswa KKN UAD Gelar Aksi Bersih Pantai Parangtritis

Mahasiswa Kuliah kerja nyata (KKN) Reguler Periode 88 unit VIII.A.1 melakukan gelar aksi bersih pantai yang berada di wilayah Pantai Parangtritis Yogyakarta pada hari jumat 25 Februari 2022.

Kegiatan bersih pantai ini adalah salah satu program kerja bersama dari seluruh unit KKN di Kapanewon Kretek yang merupakan bagian dari pengabdian langsung kepada masyarakat sekitar Desa Parangtritis.

Dalam pelaksanaannya kegiatan pembersihan pantai dilakukan mulai pukul 06.20 sampai 09.00 WIB. Kegiatan ini dimulai dengan memungut sampah yang ditemukan di pinggiran sepanjang Pantai Parangtritis.

Rafi Mahendra Putra selaku Ketua KKN unit VIII.A.1 menjelaskan bahwa gelar aksi bersih pantai ini bertujuan untuk membuat lingkungan sekitar dan masyarakat yang berlibur Pantai Parangtritis terasa lebih nyaman karena kondisi pantai yang lebih bersih.

“Selain itu, gelar aksi pantai ini merupakan gerakan sosial sebagai wadah edukatif dan sosialisasi bagi masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini dikarenakan pantai parangtritis merupakan salah satu ikonik wisata Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya disela kegiatan.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menggugah masyarkat untuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat mencemari lingkungan hidup.

 

Source by: https://www.pojokmalioboro.com/pendidikan/pr-1222750783/mahasiswa-kkn-uad-gelar-aksi-bersih-pantai-parangtritis

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, UAD Tanam Pohon dan Konsen Atasi Masalah Sampah

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2022, Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr. Muchlas, M.T. melakukan penanaman pohon di Kalurahan Caturharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta. Penanaman dilakukan Bersama Ir. Wahid, M.A. Sekdin Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Sumartinah, S.H., M.Hum. Kepala Bidang Evaluasi dan Tindak Lanjut Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup P3EJ Kementerian LHK, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UAD.

Dalam sambutannya Muchlas mengatakan, UAD mendukung gerakan Bumi Hijau. Salah satu yang telah dilakukan dengan melakukan penghijauan di kampus serta penggunaan energi alternatif PLTS yang akan dipasang di Kampus Utama UAD.

“Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun ini, kami akan mendukung program-program yang berkaitan dengan pengelolaan sampah. Salah satu yang sudah dilakukan adalah dukungan terhadap Bantul Bersama 2025 dengan MoU yang sudah ditandatangani. UAD siap memberikan edukasi dan pendampingan pengelolaan sampah,” katanya.

Ke depan, tambah Muchlas, sebagai perguruan tinggi yang peduli terhadap lingkungan, UAD siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menuntaskan masalah sampah. Di antaranya melakukan edukasi, pendampingan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Sementara Wahid mengucapkan terima kasih kepada UAD telah turut serta berpartisipasi secara aktif dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. “Kami berharap, dengan peringatan ini kecintaan kepada lingkungan semakin bertambah. Sebab, kualitas kesehatan salah satunya dipengaruhi lingkungan.”

Ia menambahkan, butuh partisipasi aktif dari semua pihak untuk mengentaskan masalah sampah. Pihaknya juga berharap agar kesadaran menjaga lingkungan terus ditingkatkan, agar lingkungan menjadi tempat yang sehat untuk ditinggali.

Di sisi lain, Dr. drh. Abdul Muin, M.Si., Kepala Pusat P3EJ dalam sambutannya yang dibacakan Sumartinah mengungkapkan, perlu penguatan pengelolaan sampah untuk mengatasi masalah perubahan iklim.

“Kami mendorong semua pihak untuk melakukan pengurangan dan pengelolaan sampah. Peringatan HPSN tahun 2022 diharapkan jadi pendorong membangun kesadaran publik dalam upaya pengurangan sampah,” katanya.

Data sistem pengelolaan sampah nasional menunjukkan, dari 202 kabupaten kota se-Indonesia menghasilkan 23 juta ton sampah per tahun. Sebanyak 42,3 persen sampah tersebut berasal dari sampah rumah tangga. Dari 23 juta ton tersebut, sebanyak 8,2 juta ton sampah belum dikelola.

“Data yang kami sebutkan baru dari 202 kabupaten kota, sementara di Indonesia ada 504 kabupaten kota. Oleh karenanya, kami berharap keterpaduan pengelolaan sampah dari masyarakat, pemda, perguruan tinggi, dan pihak lainnya.”

 

Source by: https://news.uad.ac.id/peringati-hari-peduli-sampah-nasional-uad-tanam-pohon-dan-konsen-atasi-masalah-sampah/

KKN UAD Ajak Masyarakat Sadari Pentingnya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 88 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan kegiatan sosialisasi pelatihan pengolahan sampah rumah tangga di Pedukuhan Terong 1, Terong, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung hari Rabu, 16 Februari 2022 dan dihadiri oleh warga-warga dari tiga pedukuhan yang ada di Kalurahan Terong yaitu Pedukuhan Terong 1, Pencitrejo, dan Rejosari 1.

Sosialisasi dilakukan atas kerja sama pemerintahan Bantul dan LPPM UAD. Pemerintah setempat mengharapkan berlangsungnya KKN Reguler 88 UAD ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan sampah rumahan.

“Sampah dapat dikelola dengan menerapkan 3R, mengurangi sampah, menggunakan kembali sampah, dan mendaur ulang sampah,” ujar Cita Eri Ayuningtyas, S.Gz., M.P.H. selaku Pembimbing Lapangan Divisi XII C 1 sampai 3.

Dijelaskan lebih lanjut, sosialisasi ini dilakukan untuk menumbuhkan inisiatif warga yang ada di Kalurahan Terong untuk bisa memilah dan memanfaatkan sampah sebelum membuangnya ke tempat pembuangan akhir.

“Salah satu dari sekian banyak pemanfaatan sampah rumah tangga adalah pembuatan aquaponik dari botol bekas, pembuatan lilin dari minyak jelantah, dan pupuk organik dari limbah untuk diaplikasikan pada greenhouse. Pemanfaatan sampah yang saya sebutkan tadi merupakan program kerja dari setiap unit yang ada di Kalurahan Terong,” ujar Cita.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti kurang lebih 25 warga Kalurahan Terong dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19. Alvian selaku ketua Unit XII.C.2 menjelaskan acara sosialisasi ini juga melibatkan mahasiswa dari berbagai macam program studi yang ada di UAD.

Program ini sebagai langkah awal untuk memperbaiki lingkungan dari pengelolaan sampah yang dapat dimulai dari rumah tangga. Tokoh masyarakat setempat yaitu Kepala Dukuh Terong 1 mengharapkan program ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah yang sampai sekarang masih menjadi permasalahan sosial di lingkungan masyarakat sendiri.

 

Source by: https://news.uad.ac.id/kkn-uad-ajak-masyarakat-sadari-pentingnya-pengelolaan-sampah-rumah-tangga/