GCC UAD ajak mahasiswa di seluruh Indonesia untuk sadar dan peduli terhadap lingkungan melalui seminar lingkungan nasional.

GCC UAD ajak mahasiswa di seluruh Indonesia untuk sadar dan peduli terhadap lingkungan melalui seminar lingkungan nasional.

(29/10) Sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan, Divisi Riset dan Keilmuan Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan mengadakan Seminar Lingkungan tingkat Nasional yang diselenggarakan pada tanggal 29 Oktober 2023 secara offline dan online di Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Seminar Lingkungan yang diadakan Green Campus Community merupakan realisasi dari salah satu program kerja Divisi Riset dan Keilmuan. Seminar Lingkungan yang diadakan oleh Green Campus Community ini menghadirkan 3 (Tiga) pemateri hebat yang ahli dibidang lingkungan serta dihadiri kurang lebih 200 mahasiswa/mahasiwi di Indonesia secara offline maupun online.

Pada acara Seminar Lingkungan Nasional ini, kami mengangkat tema “Mahasiswa dan Kesadaran Lingkungan : Menuju Gaya Hidup Berkelanjutan” yang mana memiliki makna bahwa sebagai mahasiswa generasi muda, kita harus sadar dan ikut serta dalam menjaga lingkungan dengan menerapkan gaya hidup yang berkelanjutan.

Rangkaian acara Seminar Lingkungan Nasional ini dibuka dengan diawali pembukaan oleh master of ceremony yang selanjutnya dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh Oktaviani Nur Istiqomah selaku Ketua Pelaksana, Siti Amaliana Utari selaku Ketua Umum GCC UAD, Bapak Okka Adiyanto, S.T.P.,M.Sc. selaku Pembina GCC UAD serta Bapak Dr. Caraka Putra Bakti, M.Pd. selaku Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan BIMAWA UAD.

Acara selanjutnya yaitu penyampaian materi dari 3 pemateri yang dipandu oleh saudari Dyah Ayu Regita Putri selaku moderator pada acara ini. Sesi penyampaian materi diawali dengan pemaparan dari Bapak Rudi Suharta, S.IP., M.M. selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Bantul yang menyampaikan mengenai kebijakan pengelolaan sampah Pemerintah Kabupaten Bantul. Kemudian dilanjutkan penyampaian materi dari Ibu Dedi Wijayanti, S.Pd., M.Hum. yang merupakan Dosen PBSI UAD dan penggiat lingkungan yang menyapaikan materi terkait pengelolaan sampah berbasis sumber untuk mendukung Gerakan Bantul Bersama serta dilanjutkan penyampaian materi dari Rena Selvia yang merupakan Duta Lingkungan Universitas Islam Negeri Wali Songo, Semarang yang menyampaikan materi terkait peran generasi muda sebagai agent of change dalam pelestarian lingkungan.

Setelah sesi penyampaian materi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pengumuman pemenang lomba video reels tingkat Provinsi DIY yang sebelumnya telah diadakan sejak pertengahan bulan September. Kemudian untuk menandakan acara telah selesai tidak lupa ditutup dengan sesi foto bersama dan pengucapan salam penutup.

Dengan berakhirnya acara Seminar Lingkungan Nasional ini, diharapkan mahasiswa yang mengikuti acara ini semakin peduli terhadap lingkungan dan berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dengan menerapkan gaya hidup yang berkelanjutan. Segenap panitia penyelenggara acara Seminar Lingkungan Nasional GCC UAD juga berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan lagi ditahun-tahun berikutnya dengan berbagai macam topik yang dibahas.

 

Penulis:

Oktaviani Nur Istikomah

Ketua Panitia Pelaksana Acara

Green Campus Community, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Green Campus Community Bersama BEM Universitas Ahmad Dahlan Menyalurkan Donasi Air Bersih Melalui Lazismu Bantul di Desa Geger, Seloharjo, Pundong, Bantul.

Green Campus Community Bersama BEM Universitas Ahmad Dahlan Menyalurkan Donasi Air Bersih Melalui Lazismu Bantul di Desa Geger, Seloharjo, Pundong, Bantul.

Bencana kekeringan akibat perubahan iklim yang cukup drastis mengubah cuaca di Indonesia. Perubahan cuaca inilah yang mengakibatkan hujan tidak kunjung turun sehingga ketersediaan air bersih menjadi minim. Ketersediaan air bersih yang minim menjadi bencana kekeringan yang dialami oleh hampir seluruh masyarakat di Indonesia, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya, Desa Geger, Seloharjo, Pundong, Bantul. Bencana kekeringan menimbulkan dampak masalah yang lebih serius. Karena air adalah sumber utama kehidupan bagi masyarakat.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada hari Sabtu, 14 Oktober 2023, Green Campus Community bersama BEM Universitas Ahmad Dahlan menyalurkan donasi air bersih melalui Lazismu Bantul, di Desa Geger, Seloharjo, Pundong, Bantul. Dropping air ini merupakan respon kami terkait bencana kekeringan bantul, di Desa geger ini terdapat kurang lebih 90 rumah dan sekitar 130 an KK, yang setiap harinya memerlukan 4 tangki air bersih.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rendi Herinarso, selaku Presiden Mahasiswa BEM Universitas Ahmad Dahlan, Dwi Herdila Cahyani Putri segenap staff BEM Universitas Ahmad Dahlan, Siti Amaliana Utari, selaku Ketua Green Campus Community, dan Donasi air bersih diperoleh Green Campus Community dan BEM Universitas Ahmad Dahlan melalui aksi Dahlan Muda Environmental Action dengan gerakan pemilahan sampah yang bertanggung jawab bersama Tim Warrior Waste selama Program Pengenalan Kampus (P2K UAD). Lalu GCC UAD melaksanakan penggalangan donasi sedekah air selama 2 minggu. Penggalangan donasi air yang melebihi jumlah perkiraan karena antusiasme donatur, yang akhirnya dana donasi sedekah air turut dialokasikan ke pembuatan sumur BOR yang tujuannya untuk dimanfaatkan seoptimal mungkin bagi masyarakat setempat.

Menurut penuturan Siti Amaliana Utari, selaku Ketua Umum Green Campus Community periode 2023 mengatakan bahawa “Adanya kegiatan donasi air membuka hati dan jiwa kita untuk berusaha tidak melakukan pemborosan air di masa kekeringan ini. Karena di wilayah lain, ternyata ada begitu banyak masyarakat yang membutuhkan air, semoga sedikit yang dapat kami berikan dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Geger.”

 

Penulis:

Isna Maulida Jayanti

Sekretaris Jenderal GCC UAD 2023

Green Campus Community, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Dalam Memperingati Hari Clean Up Day Green Campus Community Melaksanakan Agenda Earth Love di Pantai Kwaru, Bantul

Dalam Memperingati Hari Clean Up Day Green Campus Community Melaksanakan Agenda Earth Love di Pantai Kwaru, Bantul.

Pada Sabtu (23/9) 2023 Green Campus Community telah melaksanakan kegiatan pembersihan pantai sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan terutama di Kawasan Pantai. Kegiatan ini melibatkan sepuluh Pengurus dan anggota dari Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan. Pembersihan pantai ini dilakukan sebagai respon atas meningkatnya permasalahan sampah di sepanjang pantai. Para Pengurus dan Anggota Green Campus Community bersatu untuk membersihkan pantai dan mengumpulkan sampah yang tersebar di sekitar area Pantai Kwaru. Dalam kegiatan ini ada terdapat Kerjasama antara beberapa divisi yang terdapat dalam Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan yaitu Divisi Pelatihan dan Pengabdian dengan Divisi Internal.

Sebelum Kegiatan dimulai dilaksanakan briefing terlebih dahulu yang di pimpin oleh Mohammad Kukuh Santoso sebagai Ketua dari Panitia Pelaksana dan Lusy Shafira Handayani sebagai perwakilan dari Divisi Internal, adapun maksud dan tujuan di lakukan briefing terlebih dahulu supaya dapat memberitahu Kawasan mana saja yang akan di bersihkan oleh seluruh peserta kegiatan. Setelah briefing selesai maka dilanjutkan dengan acara inti yaitu membersihkan sampah yang berada di Kawasan Pantai. Antusias dan semangat semua peserta sangat baik dan bersemangat dalam melakukan kegiatan ini setelah melakukan acara inti yaitu membersihkan sampah, Divisi Internal memberikan hadiah kepada peserta yang dapat mengumpulkan sampah terbanyak dan semangat yang tinggi.

Di Kawasan Pantai Kwaru banyak terdapat sampah karena Pantai Kwaru ini belum terkelola dengan baik sehingga  menimbulkan banyak sampah terutama sampah plastik dimana sampah ini memang terkenal sulit terurai dan dapat mengganggu ekosistem laut. Secara Negara Indonesia memiliki Kawasan Laut yang luas dan terdapat banyak sumber daya alam yang sangat baik dan melimpah. Green Campus Community merencanakan kegiatan earthlove ini secara rutin sebagai bagian dari Program Kerja beserta komitmen mereka untuk berkontribusi dalam melestarikan lingkungan.

Agenda ini ditutup dengan dokumentasi bersama.

 

Penulis:

Angga Sitepu

Sekretaris Divisi Pelatihan dan Pengabdian

Green Campus Community, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

 

Partisipasi Aktif dari Green Campus Community dalam Keikutsertaan Kegiatan Dahlan Muda Expo#2 di Universitas Ahmad Dahlan

Partisipasi Aktif dari Green Campus Community dalam Keikutsertaan Kegiatan Dahlan Muda Expo#2 di Universitas Ahmad Dahlan

“Halo, Dahlan Muda!”
Kalimat di atas pasti akan sering terdengar menjelang P2K UAD atau saat masa pengenalan kampus. Salah satu tujuan dan fungsi dari P2K UAD adalah mengenalkan Universitas Ahmad Dahlan kepada mahasiswa baru.

Realisasi dari pengenalan Universitas kepada mahasiswa baru, terlihat pada serangkaian kegiatan P2K UAD 2023, seperti adanya Hari Bimawa, Hari Program Studi, Hari Fakultas, Hari Masta, dan Hari UKM serta Komunitas.

Green Campus Community sebagai salah satu komunitas yang ada di Universitas Ahmad Dahlan turut hadir dan memeriahkan kegiatan Dahlan Muda Expo #2 yang dihadiri oleh ribuan mahasiswa dan mahasiswi baru dari berbagai program studi dan fakultas. Dahlan Muda Expo berlangsung selama satu hari, yakni pada hari Ahad, 24 September 2023 di Kampus 4 UAD.

           

Sebagai sebuah komunitas yang bergerak dalam pelestarian lingkungan, Green Campus Community menunjukkan eksistensinya melalui Dahlan Muda Expo #2 dengan mengajak secara masif kepada mahasiswa dan mahasiswi baru yang tertarik dengan dunia alam dan pelestarian lingkungan untuk bergabung bersama Green Campus Community.

Adapun yang Green Campus Community display dalam kegiatan Dahlan Muda Expo #2 adalah sebagai berikut:

1. Tas belanja
2. Tumbler GCC
3. Stiker gratis
4. Brosur lomba reels Seminar Lingkungan
5. Brosur GCC
6. Polaroid foto-foto kegiatan

Suasana di Stand GCC terasa antusias karena para pengunjung ingin mengetahui lebih banyak mengenai Green Campus Community.

Harapannya adalah, melalui kegiatan Dahlan Muda Expo #2 , eksistensi Green Campus Community semakin diketahui oleh mahasiswa baru dan kegiatan ini dapat menjadi sarana mengenalkan serta mengedukasi kepada khalayak publik terkait perlunya pelestarian lingkungan dan pentingnya sebuah kampus memiliki komunitas atau ukm yang bergerak secara nyata dalam pelestarian lingkungan.

 

Penulis:

Isna Maulida Jayanti

Sekretaris Jenderal GCC UAD 2023

Green Campus Community, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Universitas Ahmad Dahlan Mengirimkan Dua Delegasi dalam Kegiatan Nasional Student Leaders on Sustainability Meeting (NSLSM) 2023

Universitas Ahmad Dahlan Mengirimkan Dua Delegasi dalam Kegiatan Nasional Student Leaders on Sustainability Meeting

Yogyakarta, (11/9) 2023 – Universitas Ahmad Dahlan dengan bangga mengumumkan partisipasinya dalam acara “Nasional Student Leaders on Sustainability Meeting” yang diselenggarakan oleh UI Green Metric di Universitas Padjajaran. Acara ini mengangkat tema penting, yaitu “Ekonomi Sirkuler,” dan menjadi ajang pertemuan bagi 74 peserta dari 43 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 4 hingga 6 September 2023.

Hari pertama dimulai dengan acara sambutan dan makan malam yang hangat di mana peserta mengenakan pakaian adat dari daerah asal mereka, guna menciptakan pembukaan yang meriah.

Hari kedua menjadi sorotan utama acara dengan beragam materi yang disampaikan, beberapa diantaranya: Penjelasan mengenai peringkat universitas dalam UI Green Metric, kaitannya dengan Sustainable Development Goals (SDGs), serta pengenalan konsep metrologi. Selanjutnya mendalami konsep Ekonomi Sirkuler, termasuk sejarah perkembangan dan dampak dari Triple Planetary Crisis, yaitu perubahan iklim, polusi, dan keanekaragaman hayati. Selain itu, dibahas juga peran ilmu ekonomi dalam menggali sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia, serta transformasi keberlanjutan. Dilanjutkan dengan penerapan ekonomi sirkuler di Universitas Padjadjaran berupa Diskusi tentang upaya penerapan UI Green Metric di lingkungan Universitas Padjajaran. Lalu membahas mengenai penerapan Ekonomi Sirkuler dalam dunia profesional, membahas teknologi termasuk perubahan berani dan adaptasi terhadap teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI). Materi terakhir, membahas tentang penerapan Ekonomi Sirkuler dalam bisnis, dengan penekanan pada pentingnya kolaborasi untuk menciptakan produk yang aman dan memberikan edukasi mengenai pentingnya bahan alami agar tidak menimbulkan dampak negatif di masa depan.

Hari kedua diisi dengan diskusi dengan pembagian kelompok dan presentasi perwakilan kelompok, serta diskusi mengenai penerapan Ekonomi Sirkuler di kampus masing-masing hingga menciptakan ide inovasi dalam menyelesaikan masalah untuk materi presentasi.

Hari ketiga, peserta diajak untuk menjelajahi ekosistem di kampus Universitas Padjajaran, termasuk Arboretum yang telah ada selama hampir 28 tahun dan memiliki sumber mata air. Peserta juga dapat mengamati tumbuhan khas Jawa seperti Siputri, Saninten, dan Kwijan. Ekosistem ini memberikan peluang bagi penelitian dan riset yang beragam.   

Acara dilanjutkan dengan studi tour menggunakan bis kampus melewati berbagai fasilitas penting di Universitas Padjajaran, termasuk Fakultas Kedokteran, Perpustakaan Pusat, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta menghampiri Gedung Rektorat.

Salah satu delegasi dari Universitas Ahmad Dahlan, Exan Nudin berpendapat bahwa kegiatan ini sangat luar biasa karena memberikan kesempatan belajar bersama tentang pentingnya Ekonomi Sirkuler dalam mencapai tujuan keberlanjutan, baik dalam lingkungan kampus maupun Indonesia yang hijau dan berkelanjutan.

Acara ini telah memberikan wawasan berharga tentang keberlanjutan dan pentingnya Ekonomi Sirkuler bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Universitas Ahmad Dahlan berharap untuk terus berkontribusi dalam memajukan isu-isu penting ini.

UI Green Metric berharap bahwa kegiatan ini telah memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai Ekonomi Sirkuler dan mendorong kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Kami berterima kasih kepada semua peserta yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini.

 

Penulis:

Exan Nudin

Anggota Green Campus Community

Green Campus Community, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

UAD melakukan pengelolaan sampah selama pelaksanaan P2K

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dengan mengeluarkan himbauan khusus kepada seluruh komunitas kampus terkait pengelolaan sampah di Universitas Ahmad Dahlan.

Himbauan ini disampaikan oleh pihak manajemen kampus sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Program Pengenalan Kampus (P2K) 2023 ini merupakan tahap awal bagi mahasiswa baru UAD untuk mengenal lingkungan kampus, mengikuti orientasi akademik, dan memulai perjalanan pendidikan tinggi mereka.

Gerakan pengelolaan sampah ini disepakati bersama dengan nama “Dahlan Muda Environmental Action”.

Adapun relawan yang turut berperan dalam pemindahan dan pengangkutan sampah dijuluki dengan nama “Warrior Waste. Gerakan ini bertujuan untuk mengurangi sampah dan mengedukasi mahasiswa baru terkait cara pemilahan sampah yang benar serta membantu mengurangi produksi sampah dari kampus.

Kegiatan pengelolaan sampah ini berlangsung sejak 12-16 September 2023, yakni sejak Opening P2K 2023 hingga Closing P2K 2023 yang berlokasi di JEC dan Kampus UAD 1-5. Dalam kegiatan pengelolaan sampah ini, Green Campus Community bersama Kementerian Lingkungan Hidup BEM Universitas turut menjaring mitra ketiga yakni, mitra Duittin yang bertugas menimbang sampah yang sudah terpilah seperti kardus dan plastik yang nantinya akan dirupiahkan. Hasil dari sampah yang dikonversikan menjadi uang, rencananya akan disedekahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Annisa, selaku salah satu Warrior Waste dari gerakan Dahlan Muda Environmental Action ini mengatakan bahwa, “Kegiatan pemilahan sampah ini sangat bagus dan turut mengedukasi para relawan, tidak hanya para mahasiswa baru yang teredukasi, tapi saya pribadi, yang turut serta terjun di lapangan seperti mengangkut sampah dan mengawasi ketika maba memilah sampah jadi semakin sadar, pentingnya memilah sampah di zaman yang bumi sudah semakin tua ini.”

Harapannya, dengan adanya kegiatan pemilahan sampah selama P2K UAD 2023, seperti yang disampaikan oleh Annisa, mampu menimbulkan rasa ingin beraksi untuk memilah sampah pada jiwa mahasiswa baru.

“Peduli Sampahmu, Bersih Kampusku.”

 

Penulis: Isna Maulida Jayanti

Sekretaris Jenderal GCC UAD 2023

Green Campus Community, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Ormawa Green Campus Community Turut Membersamai Tim PPKO dalam Kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi Arang Briket yang diadakan di Kalurahan Caturharjo, Pandak, Bantul

Green Campus Community Turut Membersamai Tim PPKO GCC UAD dalam Kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi Arang Briket yang diadakan di Kalurahan Caturharjo, Pandak, Bantul.

Pada hari Jumat (9/1) 2023, Tim PPKO GCC menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi Arang Briket. Kegiatan ini adalah keberlanjutan dari sosialisasi dan koordinasi dalam pengelolaan sampah,  sebagai inovasi dari Tim arang briket sudah direncanakan dan didiskusikan  dengan Kepala desa Caturharjo beserta warga desa Caturharjo.

Kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi Arang Briket menyasar para kader sampah desa Caturharjo dihadiri oleh Lurah dan warga Caturharjo, serta mahasiswa KKN. Ketua Tim PPKO GCC, Ancas Muftin Hanifa, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan agar dapat menjadikan sarana bagi TIM PPKO GCC, sebagai wadah penyebaran ilmu dan inovasi pembuatan arang briket dari olahan sampah organik yang dapat memberi dampak terhadap sektor ekonomi masyarakat desa setempat.

Lebih lanjut, dalam mempersiapkan serangkaian kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi Arang Briket, di hari sebelumnya, pada hari Kamis (31/8) 2023, Divisi Produksi dari Tim PPKO GCC dan Volunteer PPKO GCC  mengupayakan kegiatan Persiapan Sosialisasi dan Demonstrasi Arang Briket. “Persiapan yang kami upayakan ini  bertujuan untuk mengoptimalkan prosedur pembuatan arang briket yang nantinya akan ditampilkan di hadapan warga dan tamu undangan pada acara sosialisasi.” ujar Ariq, salah satu Volunteer PPKO GCC dalam keterangannya mengenai Sosialisasi dan Demonstrasi Arang Briket.

Kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi berlangsung antusias, para kader sampah yang terdiri atas bapak-bapak dan ibu-ibu sangat tertarik dengan inovasi pengelolaan sampah organik menjadi arang briket yang diinisiasi oleh Tim PPKO GCC.

Adanya kegiatan ini selaras dengan visi misi Green Campus Community yang berfokus pada pemberdayaan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Sebab itulah, Green Campus Community selaku Ormawa mendukung penuh kegiatan PPKO, serta turut menerjunkan beberapa volunteer dari Green Campus Community guna mendukung kegiatan PPKO GCC.

Akhirnya acara ini ditutup dengan dokumentasi bersama masyarakat desa caturharjo dan mahasiswa KKN.

 

Penulis:

Isna Maulida Jayanti

Sekretaris Jenderal 2023

Green Campus Community, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

 

FGD, Agenda Rutin GCC UAD dengan tema “Ketika Dunia Lenyap oleh Sampah?!!”

Pada Jum’at malam (11/8), Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan (GCC UAD) telah melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan judul pembahasan, “Ketika Dunia Lenyap oleh Sampah?”, yang bertempat di “Joglo den Baguse: kedai kopi & angkringan”, yakni sebuah tempat di Kalurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sebelumnya bernama “Termangu Space & Bar”. Kegiatan FGD ini, dilakukan oleh para pengurus dan anggota GCC UAD 2023, den gan jumlah 14 orang.

Kegiatan FGD ini dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, dengan dibuka oleh moderator sembari mempersilakan pemateri untuk memulai FGD. Kegiatan FGD dimulai dengan memaparkan file powerpoint dengan judul “Ketika Dunia Lenyap oleh Sampah?”, yang kemudian melalui powerpoint yang dibagikan slide per slide, sang pemateri menjelaskan mengenai krisis sampah yang terjadi akhir-akhir ini, terutama mengenai fenomena tentang gunungan sampah yang mulai bermunculan di beberapa wilayah yang ada di Yogyakarta, mengingat pemerintah daerah setempat telah menutup sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Yogyakarta.

Setelah powerpoint tersebut selesai dipaparkan, kemudian pemateri mempersilakan para pengurus dan anggota untuk mulai berdiskusi mengenai permasalahan sampah tersebut. Selama diskusi berlangsung, ada yang mengajukan pertanyaan, ada yang berpendapat, ada yang mengkritik, ada juga yang memberikan saran. Di antaranya, ada yang menceritakan dampak yang dialami setelah adanya penutupan TPA Piyungan, seperti banyaknya sampah yang tak terurus, dan perubahan gaya hidup, seperti menggunakan totebag untuk berbelanja, atau bila terpaksa menerima kantong plastik dari penjual, maka kantong plastik tersebut disimpan untuk bisa digunakan kembali. Ada juga yang bertanya tentang pemilahan sampah, seperti sampah pasir kucing sekali pakai itu termasuk jenis sampah yang mana, sehingga sebagai jawaban sementara, perlu dilihat dulu itu pasir jenis apa, karena beragamnya jenis-jenis pasir kucing, dan untuk selanjutnya, GCC akan mempelajarinya lebih lanjut.

Sebelum diakhiri, ada juga yang menyampaikan pesan, bahwa untuk mengingatkan masyarakat tentang peduli sampah, seharusnya bukan hanya sekedar melalui seminar, forum, atau semacamnya mengenai go green, tapi juga ada aksi nyata pengabdian masyarakat untuk sadar akan pentingnya menanggulangi sampah. Setelah FGD selesai, pemateri mengakhirinya dan mempersilakan moderator untuk menutup kegiatan tersebut. Setelah selesai, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dari kegiatan yang telah dilaksanakan.

cc

Kegiatan FGD ini merupakan program yang telah direncanakan oleh GCC UAD, di mana FGD sendiri merupakan program yang direncanakan dengan tujuan untuk mengeksplorasi mengenai masalah lingkungan dan kondisi kampus, serta mencari solusi dari penyelesaian masalah lingkungan yang dibahas. Selain itu, diharapkan kegiatan FGD ini dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Pemateri FGD, Purwanti (Mahasiswa Teknologi Pangan angkatan 2021), menutup kegiatan ini dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan untuk semakin peduli terhadap lingkungan, terutama mengenai pentingnya penanggulangan sampah.

 

Penulis:

Ahmad Sofhal Jamil

Moderator Focus Group Discussion

Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta 2023

UAD menjadi pembicara dalam Lokakarya UI GreenMetric Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia

Perwakilan Universitas Ahmad Dahlan yang diwakili oleh wakil rektor bidang keuangan, kehartabendaan, dan Administrasi Umum Ibu Dr.Utik Bidayanti, S.E., M.M sebagai pembicara dalam Lokakarya UI GreenMetric Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 26 Juli 2023 di Gedung AR Fachrudin A. Lokakarya bertema Innovations, Impacts, and Future Direction of Sustainable Universities ini dilaksanakan untuk mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di perguruan tinggi. Pada kesempatan ini Ibu Dr. Utik Bidayanti membagikan materi terkait pengelolan air di Universitas Ahmad Dahlan. “Universitas Ahmad Dahlan saat ini sudah melakukan pengelolaan air dimana air dikelola menjadi efektif sehingga sisa air limbah akan diolah kembali sehingga dapat dimanfaatkan” ungkap Dr. Utik Bidayanti.

 

 

 

Peringati Hari Mangrove Sedunia, GCC UAD adakan Penanaman Mangrove bersama Mahasiswa UAD

Penanaman Mangrove, Salah satu Program Kerja GCC UAD yang bertujuan untuk Meningkatkan Kepedulian Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan mengenai Pentingnya Menjaga Kelestarian Lingkungan.

Green Campus Community (GCC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah melaksanakan kegiatan Penanaman Mangrove yang mengusung tema “Preserving Mangroves To Green The Coast”. Pada Sabtu (22/7 )2023 di Kawasan Mangrove Jembatan Api Api yang bertempat di Desa Jangkrang yang berada di Dusun Pasir Mendhit Kecamatan.Temon Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan Penanaman Mangrove ini mengikutsertakan Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan sebanyak 41 Mahasiswa.

Dalam Kegiatan Penanaman Mangrove ini GCC dibantu oleh Tim Pengelola Mangrove Jembatan Api Api dalam pemberian materi tentang bagaimana cara budidaya mangrove dan dilanjutkan dengan pemberian arahan cara menanam Mangrove dengan benar. Dalam Kegiatan ini GCC menghadirkan dua pemateri yaitu Bapak Purwosarjono yang berfokus membahas tentang sejarah tempat dan proses pertumbuhan Mangrove. kemudian pemateri kedua, Bapak Handoko yang berfokus membahas cara penanaman Mangrove yang baik dan benar supaya mangrove dapat berkembang dengan baik. Pemberian materi ini merupakan salah satu tujuan untuk dapat menambah ilmu dan wawasan Mahasiswa UAD mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam yang dapat langsung diterapkan dengan menanam Mangrove. Antusias Mahasiswa UAD sangat baik, terbukti dengan banyaknya dalam pertanyaan kepada pemateri langsung sehingga mereka dapat langsung memanfaatkan ilmu yang telah diberikan di dalam dirinya.

   

Selain terdapat sesi pemberian materi dan tanya jawab antara pemateri dengan peserta, pada kegiatan ini juga dilakukan sesi penanaman Mangrove oleh Peserta dan Panitia. Antusias peserta dan panitia pelaksana untuk ikut menanam Mangrove sangat baik dan tentunya mempunyai tujuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan kontribusi Mahasiswa UAD dalam menjaga kelestarian lingkungan yang nantinya akan dinikmati oleh generasi yang akan datang karena bumi yang banyak pohon akan menjadikan udara terbebas dari polusi. Salah satu manfaat mangrove yaitu dapat mengendalikan perubahan iklim dan bermanfaat juga terhadap biota laut yang bisa menjadi tempat untuk berkembang biak.

Kegiatan Penanaman Mangrove ini merupakah salah satu cara dari GCC UAD untuk meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan dan pentingnya menjaga Lingkungan supaya dapat menciptakan bumi yang terbebas dari polusi karena mangrove adalah salah satu flora yang dapat menyerap polusi di udara. Kegiatan ini merupakan program kerja dari GCC UAD, yang mana sekaligus sebagai peringatan Hari Mangrove Sedunia.

   

Setelah sesi penanaman Mangrove selesai maka dilanjutkan dengan sesi bersih bersih lalu ke sesi penutupan acara dalam agenda ini sebagai bentuk tanda terimakasih kepada pemateri yang telah membantu Green Campus Community untuk menyukseskan kegiatan ini maka dilakukan sesi pemberian Sertifikat yang diberikan oleh Zeda Kamila Akhyar selaku Ketua Divisi Pelatihan dan Pengabdian, kepada Bapak Purwosarjono dan pemberian Cendera mata yang berbentuk barang (Plakat) yang diberikan oleh Ummy Rosyidah selaku Ketua Panitia Pelaksana kepada Bapak Handoko sebagai kenang kenangan di Kawasan Mangrove Jembatan Api Api Kulon Progo.

 

Penulis :

Angga Sitepu

Sekretaris Panitia Penanaman Mangrove 2023

Green Campus Community, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta