Posts

Memperingati Hari Mangrove Sedunia : GCC UAD bersama KOPHI Yogya Mengadakan Kegiatan Penanaman Mangrove

Yogyakarta, 28 Juli 2024 – Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan berkolaborasi dengan KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau Indonesia ) Yogyakarta mengadakan kegiatan penanaman mangrove di kawasan Konservasi Mangrove Wanatirta, Kulon Progo, Yogyakarta. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi kepada para peserta untuk lebih peduli dan bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan sekitar.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Juli 2024 ini diikuti mulai dari Mahasiswa hingga Masyarakat umum di sekitar Yogyakarta. Acara dimulai dengan sambutan oleh ketua panitia kegiatan penanaman mangrove, Aditya Valentino.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Bapak Warso Suwito selaku pengelola Kawasan Konservasi Mangrove Wanatirta, Kulonprogo. Beliau menyampaikan materi mengenai sejarah mangrove, potensi keberhasilan mangrove di kawasan tersebut, dan juga menganai tatacara penanaman mangrove. Pemaparan materi ini bertujuan untuk menambah ilmu dan wawasan mahasiswa dan masyarakat umum mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam yang dapat diwujudkan dengan menanam mangrove. Antusiasme peserta dalam sesi ini sangat baik, terbukti dengan banyaknya peserta yang aktif bertanya pada sesi tanya jawab. Selanjutnya diadakan kuis berhadiah untuk 2 orang peserta yang dapat menjawab pertanyaan dengan tepat.

Setelah itu, para peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk mempermudah proses penanaman. Dengan semangat gotong royong, peserta menanam bibit mangrove di sepanjang tepi sungai yang telah ditentukan. Selain penanaman mangrove, acara juga diisi dengan kunjungan ke pantai dekat Kawasan Konservasi Mangrove Wanatirta dan makan siang bersama di   

Kegiatan penanaman mangrove diakhiri dengan penutupan oleh Master of Ceremony kegiatan tersebut.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian lingkungan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir untuk generasi mendatang.

 

Penulis,

 

Ana Nur Wakhidah

Sekretaris Jenderal

Membangun Kesadaran Lingkungan Melalui Pelatihan Pembuatan Lilin Aroma

Pada hari Rabu, 12 Juni 2024, Green Campus Community mengadakan pembuatan lilin aroma yang dihadiri oleh para pengurus komunitas. Acara ini bertujuan untuk mengedukasi para pengurus Green Campus Community bahwa limbah minyak goreng rumah tangga dapat menjadi bahan baku pembuatan lilin aroma.

Pembuatan dimulai pukul 15.00 WIB di Warung Jawi, Kegiatan ini di demonstrasikan langsung oleh kak dwi wahyu utami,lalu peserta diperkenalkan dengan berbagai alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan lilin aroma, seperti gelas ukur, parafin, dan cara menyaring limbah minyak goreng serta teknik-teknik dasar pembuatan lilin yang ramah lingkungan.

Pengurus GCC dengan antusias mengikuti tutorial praktis pembuatan lilin aroma. Selama sesi praktik, mereka diberi kesempatan untuk mencoba sendiri teknik yang diajarkan, di bawah bimbingan langsung dari instruktur pelatihan, Dwi Wahyu Utami.

Di tengah acara, pengurus juga menghabiskan waktu berbincang santai sehingga dapat semakin mempererat keakraban antara pengurus satu dengan yang lain.

Acara berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan sesi foto bersama. Para pengurus komunitas mengungkapkan kepuasan mereka terhadap kegiatan ini, karena selain mendapatkan pengetahuan tentang pembuatan lilin aroma, keakraban para pengurus juga semakin erat.

 

Penulis

 

Ana Nur Wakhidah

Sekretaris Jenderal

UAD Lakukan Pelatihan Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata

Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Program Studi Biologi mengadakan pelatihan pengelolaan sampah bagi pengelola dan masyarakat pemanfaat objek wisata Pantai Bugel dan Pantai Bidara, Kulon Progo.

Pelatihan pengelolaan sampah bagi masyarakat pesisir mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut. Kegiatan UAD tersebut juga didukung oleh Dinas Pariwisata serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo.

Materi pelatihan disampaikan oleh Ichsan Indra Lukmana, M.Si. dosen Biologi UAD dengan dibantu oleh 41 mahasiswa. Materi berupa pengelolaan sampah yang ada di lokasi, diskusi tentang pengelolaannya, pengenalan maggot, ulat hongkong, ulat jerman, pengelolaan sampah organik menggunakan maggot, serta pengelolaan sampah anorganik menggunakan ulat hongkong dan ulat jerman.

Acara diikuti oleh puluhan masyarakat Panjatan Kulon Progo, mahasiswa Program Studi Biologi, serta prodi lainnya. Selain itu didukung oleh 31 mahasiswa program pertukaran mahasiswa delegasi dari 12 perguruan tinggi di Indonesia. Mereka berasal dari Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Tadulako, Universitas Mulawarman, Universitas Nusa Cendana, Universitas Negeri Makassar, STMIK AMIK Riau, dan Universitas Halu Oleo, Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam, Universitas Andalas, Universitas Bina Bangsa Getsempena, juga Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang.

Peserta yang mayoritas terdiri atas ibu-ibu sangat antusias mengikuti pelatihan. Bu Siti salah satu peserta berharap pelatihan dilanjutkan dengan pendampingan pelaksanaan program agar dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan dan tujuan tercapai.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., menyampaikan harapan agar usaha untuk menjaga kawasan pantai sebagai tempat yang bersih dan nyaman harus terus digalakkan.

“Jangan berhenti setelah acara ini selesai. Waktu dua hari 18‒19 Desember 2021 tidak cukup, harus dilakukan pendampingan secara terus-menerus. Para pengelola harus terus melakukan gerakan untuk menjaga kebersihan. Bisa dengan kerja bakti, bisa dengan anjuran bagi para pengunjung, dengan memberi tanda-tanda peringatan, spanduk, maupun diingatkan secara langsung,” tegas Gatot.

Menurutnya, pantai yang bersih, rapi, dan ramah, akan membuat pengunjung menjadi betah dan merasa nyaman. (doc)

 

source by: https://news.uad.ac.id/uad-lakukan-pelatihan-pengelolaan-sampah-di-destinasi-wisata/