Posts

“All Eyes on Papua”: Memahami Lebih Dalam Isu Papua Melalui Sudut Pandang Lingkungan

Pada hari Selasa, 11 Juni 2024, Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan telah mengadakan Focus Group Discussion atau FGD yang bertempat di Soto Duwok dan Nasi Bakar, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diadakan oleh Divisi Keilmuan dan Pengembangan Teknologi . Topik yang dibahas untuk diskusi pun merupakan topik terbaru dan berbeda setiap bulannya.

Pada FGD kali ini kami mengusung topik “All Eyes On Papua”. Kebetulan topik ini sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Tagar “All Eyes On Papua” yang trending dimana-mana merupakan seruan untuk menyeruakan kepedulian hutan. Kami membahas mengenai apa yang sebenarnya terjadi, fakta bahwa hutan adalah paru-paru dunia, dampak yang ditimbulkan, cara pencegahannya, dan pembahasan-pembahasan lainnya terkait dengan Tema pembahasan kali ini.

Kegiatan FGD dimulai pada pukul 20.00 WIB yang dibuka oleh moderator saudari Aufa Noto Atmojo. Sebelum dimulai, semua peserta yang hadir diperkenankan untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu agar lebih mengenal satu sama lain. Setelah itu dilanjutkan pemaparan materi oleh pemateri pada FGD kali ini, Kemas Khairunsyah. Dan kemudian dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab santai yang
dipandu oleh moderator. Antusias yang baik dari anggota dan pengurus Green Campus Community membuat forum diskusi berjalan dengan lancar dan menyenangkan.

Dengan adanya kagiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan wawasan baru terkait isu-isu lingkungan terhadap Pengurus dan Anggota Green Campus Community.

 

Penulis,

Ana Nur Wakhidah

FGD, Agenda Rutin GCC UAD dengan tema “Ketika Dunia Lenyap oleh Sampah?!!”

Pada Jum’at malam (11/8), Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan (GCC UAD) telah melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan judul pembahasan, “Ketika Dunia Lenyap oleh Sampah?”, yang bertempat di “Joglo den Baguse: kedai kopi & angkringan”, yakni sebuah tempat di Kalurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sebelumnya bernama “Termangu Space & Bar”. Kegiatan FGD ini, dilakukan oleh para pengurus dan anggota GCC UAD 2023, den gan jumlah 14 orang.

Kegiatan FGD ini dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, dengan dibuka oleh moderator sembari mempersilakan pemateri untuk memulai FGD. Kegiatan FGD dimulai dengan memaparkan file powerpoint dengan judul “Ketika Dunia Lenyap oleh Sampah?”, yang kemudian melalui powerpoint yang dibagikan slide per slide, sang pemateri menjelaskan mengenai krisis sampah yang terjadi akhir-akhir ini, terutama mengenai fenomena tentang gunungan sampah yang mulai bermunculan di beberapa wilayah yang ada di Yogyakarta, mengingat pemerintah daerah setempat telah menutup sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Yogyakarta.

Setelah powerpoint tersebut selesai dipaparkan, kemudian pemateri mempersilakan para pengurus dan anggota untuk mulai berdiskusi mengenai permasalahan sampah tersebut. Selama diskusi berlangsung, ada yang mengajukan pertanyaan, ada yang berpendapat, ada yang mengkritik, ada juga yang memberikan saran. Di antaranya, ada yang menceritakan dampak yang dialami setelah adanya penutupan TPA Piyungan, seperti banyaknya sampah yang tak terurus, dan perubahan gaya hidup, seperti menggunakan totebag untuk berbelanja, atau bila terpaksa menerima kantong plastik dari penjual, maka kantong plastik tersebut disimpan untuk bisa digunakan kembali. Ada juga yang bertanya tentang pemilahan sampah, seperti sampah pasir kucing sekali pakai itu termasuk jenis sampah yang mana, sehingga sebagai jawaban sementara, perlu dilihat dulu itu pasir jenis apa, karena beragamnya jenis-jenis pasir kucing, dan untuk selanjutnya, GCC akan mempelajarinya lebih lanjut.

Sebelum diakhiri, ada juga yang menyampaikan pesan, bahwa untuk mengingatkan masyarakat tentang peduli sampah, seharusnya bukan hanya sekedar melalui seminar, forum, atau semacamnya mengenai go green, tapi juga ada aksi nyata pengabdian masyarakat untuk sadar akan pentingnya menanggulangi sampah. Setelah FGD selesai, pemateri mengakhirinya dan mempersilakan moderator untuk menutup kegiatan tersebut. Setelah selesai, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dari kegiatan yang telah dilaksanakan.

cc

Kegiatan FGD ini merupakan program yang telah direncanakan oleh GCC UAD, di mana FGD sendiri merupakan program yang direncanakan dengan tujuan untuk mengeksplorasi mengenai masalah lingkungan dan kondisi kampus, serta mencari solusi dari penyelesaian masalah lingkungan yang dibahas. Selain itu, diharapkan kegiatan FGD ini dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Pemateri FGD, Purwanti (Mahasiswa Teknologi Pangan angkatan 2021), menutup kegiatan ini dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan untuk semakin peduli terhadap lingkungan, terutama mengenai pentingnya penanggulangan sampah.

 

Penulis:

Ahmad Sofhal Jamil

Moderator Focus Group Discussion

Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta 2023

FGD, Agenda Rutin Bulanan GCC UAD

Focus Group Discussion x Ramah Tamah, Diskusi dan Games seputar The Willow Project, guna Meningkatkan Pengetahuan dan Kemampuan Berpikir Kritis mengenai Dampaknya terhadap Lingkungan, sekaligus Mempererat Hubungan antara Para Pengurus dan Anggota GCC UAD 2023.

Pada Jum’at malam, 14 Juli 2023, Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan (GCC UAD) telah melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengusung tema “The Willow Project”, yang juga berkolaborasi dengan kegiatan GCC Ramah Tamah yang mengusung tema “Spin Your Name”, di Bumi Seduh Coffee, yang bertempat di Desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan,Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan FGD x Ramah Tamah ini, dilakukan oleh para pengurus dan anggota GCC UAD 2023, dengan jumlah 23
orang. Kegiatan FGD x Ramah Tamah ini dimulai sekitar pukul 19.30 WIB, dengan dibuka oleh moderator Ramah Tamah, yang kemudian mempersilakan moderator FGD untuk memulai FGD. Kegiatan FGD dimulai dengan membagikan file powerpoint tentang “The Willow Project”, yang kemudian sang moderator menjelaskan mengenai the Willow Project melalui powerpoint yang dibagikan slide per slide, sebagai bahan sekaligus pemancing FGD yang sedang dilaksanakan. Setelah powerpoint tersebut selesai dipaparkan, kemudian moderator FGD mempersilakan para pengurus dan anggota untuk mulai berdiskusi mengenai the Willow Project. Selama diskusi berlangsung, ada yang mengajukan pertanyaan, ada yang berpendapat, ada yang mengkritik, ada juga yang memberikan saran. Setelah FGD selesai dilakukan, moderator FGD menutupnya dan mempersilakan moderator Ramah Tamah untuk memulai kegiatan Ramah Tamah. Kegiatan tersebut dimulai dengan sebuah permainan berupa spin nama para anggota, menggunakan aplikasi yang ada di handphone, yang kemudian nama yang muncul diberi pertanyaan seputar the Willow Project, juga seputar kepedulian terhadap lingkungan yang lainnya. Sepanjang kegiatan Ramah Tamah berlangsung, melalui pertanyaan-pertanyaan yang diberikan, banyak jawaban-jawaban yang mengesankan, sehingga memukau para pengurus dan anggota yang lain, terutama yang mengenai kepedulian terhadap lingkungan. Setelah selesai, kemudian kegiatan ditutup dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dari
kegiatan yang telah dilaksanakan.

Kegiatan FGD x Ramah Tamah ini merupakan kolaborasi antara dua program yang telah direncanakan oleh GCC UAD, di mana FGD sendiri merupakan program yang direncanakan dengan tujuan untuk mengeksplorasi mengenai
masalah lingkungan dan kondisi kampus, serta mencari solusi dari penyelesaian masalah lingkungan yang dibahas, dan GCC Ramah Tamah merupakan program yang direncanakan guna mempererat hubungan antara pengurus dan anggota, antara pengurus dan pengurus, serta antara anggota dan anggota GCC UAD. Selain itu, diharapkan kegiatan FGD x Ramah Tamah ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis mengenai peduli lingkungan, sekaligus diharapkan dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Moderator FGD dan moderator GCC Ramah Tamah, Ahmad Sofhal Jamil (Mahasiswa Hukum angkatan 2021) dan Lusy Shafira Handayani (Mahasiswa Psikologi angkatan 2021), menutup kegiatan ini dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan dalam berpikir kritis mengenai kepedulian terhadap lingkungan, terutama mengenai isu The Willow Project yang disebut-sebut memiliki dampak terhadap lingkungan, serta dapat mempererat hubungan antara para pengurus dan anggota GCC UAD.

Penulis:
Ahmad Sofhal Jamil
Moderator Focus Group Discussion “The Willow Project”
Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta 2023

Agenda Rutin GCC UAD, Focus Group Disscusion (FGD) Sebagai Wadah Guna Meningkatkan Pengetahuan dan Kemampuan Berpikir Kritis Mengenai Lingkungan

Focus Group Discussion x Ramah Tamah, Diskusi Indikator UI Green Matric dan Games Sambung Kalimat, Guna Meningkatkan Pengetahuan dan Kemampan Berpikir Kritis Mengenai Dampaknya Terhadap Lingkungan, Sekaligus Mempererat Hubungan Antara Para Pengurus dan Anggota GCC UAD 2023.

Pada Jum’at malam (9/6), Green Campus Community Universitas Ahmad Dahlan telah melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengusung tema “UI Green Matric”, berkolaborasi dengan kegiatan GCC Ramah Tamah yang mengusung tema “Sambung Kalimat”, di Soto Duwok dan Nasi Bakar, yang bertempat di Desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan FGD x Ramah Tamah ini, dilakukan oleh para pengurus dan anggota GCC UAD 2023, dengan jumlah 24 orang.

Kegiatan FGD x Ramah Tamah ini dimulai pukul 19.00 WIB, dengan dibuka oleh moderator FGD, yang kemudian mempersilakan pemateri FGD untuk memulai kegiatan. Kegiatan FGD dimulai oleh Dwi Herdila Cahyani Putri mahasiswa dari Fakultas Hukum Angkatan 2020, sebagai Pemateri. Kemudian pemateri FGD mempersilakan para pengurus dan anggota untuk mulai berdiskusi mengenai Indikator pada UI Green Metric (Infrastruktur, Energi dan Perubahan Iklim, Sampah, Air, Pendidikan dan Riset). Selama diskusi berlangsung, ada yang mengajukan pertanyaan, ada yang berpendapat, ada yang mengkritik, dan ada juga yang memberikan saran. Setelah FGD selesai dilakukan, moderator FGD menutupnya dan mempesilakan moderator FGD untuk mempersilakan moderator Ramah Tamah untuk memulai kegiatan Ramah Tamah. Kegiatan tersebut dimulai dengan sebuah permainan berupa Sambung Kalimat yang dilakukan oleh para pengurus dan anggota menggunakan cara tunjuk orang yang kemudian dilanjut kalimat yang sudah disebutkan sebelumnya. Setelah selesai, kemudian kegiatan ditutup dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dari kegiatan yang telah dilaksanakan.

Kegiatan FGD x Ramah Tamah ini merupakan kolaborasi antara dua program yang telah direncanakan oleh GCC UAD, dimana FGD sendiri merupakan program yang direncanakan dengan tujuan untuk mengeksplorasi mengenai masalah lingkungan dan kondisi kampus, serta mencari solusi dari penyelesaian masalah lingkungan yang dibahas, dan GCC Ramah Tamah merupakan program yang direncanakan guna mempererat hubungan antara pengurus dan anggota GCC UAD. Selain itu, diharapkan kegiatan FGD x Ramah Tamah ini tujuan utama agar Ormawa engetahui bahwa GCC sedang berusaha untuk membuat kampus menjadi lebih hijau dan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis mengenai peduli lingkungan, sekaligus diharapkan dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Moderator FGD dan moderator Ramah Tamah, Oktaviani Nur Istiqomah (Mahasiswa Hukum Angkatan 2021) dan Lusy Shafira Handayani (Mahasiswa Psikologi Angkatan 2021), menutup kegiatan ini dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan dalam berpikir kritis mengenai kepedulian terhadap lingkungan, terutama mengenai Indikator UI Green Matric, serta dapat mempererat hubungan antara para pengurus dan anggota GCC UAD.

 

 

Penulis :

Hesti Dwi Putri

Ketua Divisi Riset dan keilmuwan 2023

Green Campus Community, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.