Kemampuan Mengolah Obat Herbal Masyarakat Wareng Jadi Perhatian Tim PKM FF UAD
Kemandirian usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dimiliki masyarakat dalam pengolahan herbal menjadi salah satu target akhir program pengabdian kepada masyarakat (PKM) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (FF UAD).
Elemen masyarakat Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari teridentifikasi memiliki permasalahan yang terkait. Beberapa usaha mandiri masyarakat membutuhkan pendampingan pengembangan kualitas dan kuantitas produk.
Pada Selasa (23/8/2022), Tim PKM FF UAD di Kelurahan Wareng, Wonosari melaksanakan Penyuluhan Budi Daya Penyediaan Bahan Baku dengan standar mutu yang berkesinambungan.
Agenda ini merupakan kegiatan pertama pendampingan program pengembangan produk.
Pembicara adalah Zuchrotus Salamah, Dosen Prodi Pendidikan Biologi, FKIP UAD. Dalam paparannya, Salamah menjelaskan pentingnya pemilihan dan penentuan bibit tanaman herbal yang baik agar hasil panen memberikan kualitas bahan baku herbal yang baik pula.
Lebih lanjut, beliau memberikan bagaimana menentukan waktu tanam, cara tanam, masa tanam, proses pemeliharaan dan panen, pascapanen sampai cara penyimpanan yang dapat menjaga kualitas.
Faktor lain yang menjadi segmen penjelasan adalah penggunaan pupuk organik yang selain bermanfaat untuk menyuburkan juga aman bagi tanaman.
Pelatihan pembuatan pupuk organik kemudian diberikan kepada peserta agar dapat melakukan secara mandiri yang bahan pembuatannya berasal dari limbah domestik terutama makanan yang dapat diubah menjadi pupuk organik cair (POC). Pupuk ini berfungsi sebagai perangsang tumbuh pada masa tanaman bertunas dari fase vegetatif ke generatif pertumbuhan buah dan biji.
Seusai penyuluhan budi daya, program PKM dilanjutkan dengan pemaparan Cara Produksi Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) yang dilangsungkan pada Rabu (5/10/2022).
Hadir sebagai pembicara adalah Dosen FF UAD Bidang Biologi Farmasi, Ichwan Ridwan Rais. Kegiatan ini mengutamakan penjelasan bagaimana UMKM masyarakat di Kalurahan Wareng dapat mengaplikasikan prinsip dan tata cara pelaksanaan CPOTB untuk memenuhi persyaratan pendaftaran produk mereka.
Sebagian besar peserta memberikan pertanyaan dan menyampaikan keluhan terkait pengembangan kualitas produk agar dapat diterima pasar dengan baik.
Antusiasme peserta didominasi oleh bagaimana menyiapkan kriteria fasilitas dan proses produksi yang akan diperiksa sebagai syarat mendapatkan izin. Sesuai dengan permasalahan utama, Ichwan menjelaskan kriteria bangunan dan fasilitas yang telah ditetapkan Pemerintah dalam panduan CPOTB terbaru 2021.
Titik kritis pembahasan pada peralatan proses produksi dan ruangan yang digunakan proses produksi. Hadir dalam acara, Ibu Yuni Ketua pegiat ibu-ibu PKK Kelurahan Wareng yang telah memiliki usaha produksi Jamu yang sedang berkembang.
Produknya bernama Herbal YUNIARI, dengan berbagai jenis sediaan produk dan aktivitas. Dalam diskusinya, beliau menanyakan kesepakatan penggunaan akronim Tema PKM Desa Wisata Jamu Wareng menjadi Dewi Jawa, sebagai jargon untuk semangat membangun dan mengembangkan UMKM yang ada di Kalurahan Wareng.
Kesepakatan ini menjadi awal pelaksanaan PKM yang dimulai dengan kegiatan Dewi Jawa pertama melalui penyuluhan Budi Daya Tanaman Obat Untuk Produksi Herbal Yang Berkualita
Source by: https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2022/10/09/513/1114150/kemampuan-mengolah-obat-herbal-masyarakat-wareng-jadi-perhatian-tim-pkm-ff-uad
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!